Rakyat bukanlah rakyat. Populisme bukanlah demokrasi. Hak asasi manusia bukanlah tatanan liberal. Jika, seperti yang ditulis Camus, “penamaan yang buruk berkontribusi pada kemalangan dunia,” maka dunia saat ini sangatlah tidak bahagia. Pertama-tama, karena kekacauan kehidupan sehari-hari. Hal ini kemudian disebabkan oleh kekacauan kata-kata: partai-partai ekstrim kanan menyebut diri mereka ‘partai kebebasan’; muncul istilah-istilah aneh seperti post-politik, post-truth, post-demokrasi, de-demokrasi; kumpulan semantik yang mustahil menyebar seperti populisme kiri, populisme neoliberal, libertarian kanan, konservatif kiri, progresif kanan…












