foto Anne Valeur Iowas
Siapa kita satu sama lain? Apakah kita berhutang budi kepada mereka yang membesarkan kita?
Sigrun pernah menjadi ibu pengganti Makena. Kini ia menjalankan sebuah teater terkemuka, di mana Sigrun, yang kariernya terhenti, berharap bisa mementaskan drama berikutnya. Tapi Makena tidak ingat memberinya persetujuan. Dari yang tidak terucapkan menjadi tersirat: perannya terbalik dan ketegangan antara kedua perempuan tersebut meningkat. Saat Sigrun mengungkap proyeknya, muncul pertanyaan lain: bisakah kita, atas nama seni, mengekspos keintiman orang yang kita cintai? Ketika sebuah cerita dibagikan, siapa yang berhak menceritakannya?
Bersama MomA, sutradara Toril Goksøyr dan Camilla Martens menghadirkan drama keluarga yang menarik, bagian terakhir dari pentalogi Livet mereka (‘kehidupan’ dalam bahasa Norwegia). Masing-masing dari lima karya tersebut mengeksplorasi fase penting kehidupan – dari lahir hingga mati – dengan menggabungkan teater dokumenter, seni visual, dan instalasi suara. Untuk MomA, penonton dilengkapi dengan headset audio, perangkat yang menghilangkan jarak dari panggung. Setiap tarikan napas, setiap keheningan menjadi gamblang, sedekat mungkin dengan emosi para tokohnya. Sebuah pengalaman indrawi yang meresahkan yang secara implisit mempertanyakan batasan antara seni dan kehidupan.
IbuA
Teks dan arah
Toril Goksøyr dan Camilla MartensDari
Marie Berg
Bartek Kaminski
Helmon Salomon
Trin WiggenDesain ringan
Ingeborg Staxrud OlerudPenciptaan suara
Sigrun Merete Mongstad dan Lewis KellerKomposer
Gaute TonderPencarian dan teleprompter
Lisa Johannson SkjelbredManajemen teknis
Alf Ove FeerdersvikAksesoris
Anja Petkovic KarlsenTerjemahan
Marianne SegolProduksi
Hedvig Bergem Søiland dibantu oleh Sarah BjørnebyeTerjemahkan dari Bahasa Norwegia ke Bahasa Swedia
Iris Emily EngblomManajer judul tambahan
Jennifer Sinclair Pemanahdari 20 hingga 22 Mei 2026
CDN Nanterre Amandiers












