Para pemain FC Barcelona mengalami malam yang berat pada hari Selasa saat mereka tersingkir di perempat final Liga Champions UEFA oleh Atlético Madrid.
Itu adalah momen yang menyakitkan, terutama mengingat mereka telah memenangkan leg kedua dan hasil leg kedua bisa saja berakhir sebaliknya kecuali wasit yang meragukan.
Malam di Metropolitano sangat sulit bagi Fermin Lopez, yang, selain kesakitan karena tersingkir dari UCL, juga harus menghadapi rasa sakit akibat luka parah yang dideritanya selama pertandingan.
Terakhir, wajah Fermín dipukul dengan sepatu botnya oleh kiper Atlético Madrid Juan Musso di babak pertama, membuatnya berlumuran darah dan babak belur di lapangan.
Perjalanan ke rumah sakit untuk Fermin
Dan menurut Javi Miguel dari AS, Fermin harus langsung ke rumah sakit setelah tiba di Barcelona dari Madrid. Alasannya: Bibirnya harus dijahit lagi.
Perawatan pertama di ruang ganti stadion Atletico Madrid tidaklah cukup. Kini Fermin perlu istirahat beberapa hari untuk menghindari infeksi.
🚨 FERMÍN ADALAH PRAJURIT! pic.twitter.com/WA0APXE2so
— Barca Universal (@BarcaUniversal) 14 April 2026
Pada prinsipnya dia harusnya fit untuk pertandingan melawan Celta Vigo Rabu depan, namun pemulihannya perlu dipantau.
Pemain internasional Spanyol adalah salah satu yang paling terkena dampak tersingkirnya. Minggunya brutal dalam hal pukulan. Setelah mengalami luka di dahi pekan lalu, ia harus menghadapi luka di bibir di Metropolitano.
Namun, Fermin menunjukkan tekad yang besar untuk tetap berada di lapangan meski mengalami rasa sakit dan ketidaknyamanan.
Sampai saat itu dia telah tampil spektakuler. Setelah itu, kelelahan dan rasa sakit mulai terasa. Ketika dia diganti di babak kedua, dia mendapat tepuk tangan meriah dari para pendukung Barca.
Barcelona tidak akan kembali berlatih hingga hari Sabtu, yang seharusnya memberinya cukup waktu untuk beristirahat dan memulihkan diri.












