Rasa frustrasi Barcelona terhadap keputusan wasit mencapai level baru menyusul kontroversi VAR baru-baru ini dalam pertandingan melawan Celta Vigo.
Menurut Mundo Deportivo, klub Catalan semakin marah dengan peran Carlos del Cerro Grande, yang keputusannya di momen-momen krusial berulang kali dianggap ditujukan terhadap dirinya.
Titik panas terbaru terjadi ketika gol Ferran Torres dianulir karena keputusan offside kecil.
Tendangan itu sendiri merupakan momen berkualitas, namun dengan cepat dibayangi oleh intervensi VAR.
Keputusan tersebut, yang dilaporkan didasarkan pada margin yang sangat sempit dan garis kontroversial, telah menghidupkan kembali perdebatan mengenai konsistensi dan transparansi dalam pemerintahan.
Apa ceritanya?
Di lapangan, Jose Luis Munuera Montero menjadi wasit utama, namun sorotan tertuju pada ruang VAR, tempat Del Cerro Grande bertugas.
Ada rasa frustrasi yang besar di kubu Barcelona, terutama mengingat ini bukan pertama kalinya insiden serupa terjadi di bawah pengawasannya.
Laporan tersebut menyoroti bahwa Del Cerro Grande tidak memimpin sebagai VAR dalam pertandingan Barcelona sejak pertandingan kontroversial melawan Real Sociedad awal tahun ini.
Pertemuan ini terbukti sangat merugikan karena beberapa panggilan telepon mempengaruhi hasil dan meninggalkan perasaan ketidakadilan yang berkepanjangan di klub.
Insiden-insiden ini termasuk gol awal yang dianulir oleh Fermin Lopez, dimana keputusan tersebut didasarkan pada interpretasi kontroversial atas kontak.
Ada momen lain di akhir pertandingan ketika pelanggaran terhadap gelandang Barcelona Dani Olmo menjelang terjadinya gol tidak mendapat hukuman.
Namun, momen paling kontroversial melibatkan Lamine Yamal.
Gol striker muda itu dianulir karena keputusan offside semi-otomatis, yang konon diputuskan dengan kemungkinan yang sangat besar.
Rekaman yang tersedia dilaporkan tidak memberikan bukti yang jelas, sehingga menyebabkan rasa frustrasi yang meluas di kalangan pemain, staf pelatih, dan pejabat klub.
Masih ada lagi
Selain itu, ada keyakinan yang berkembang di dalam klub bahwa sebuah pola sedang muncul, khususnya dalam pertandingan di mana Del Cerro Grande terlibat dalam pengambilan keputusan VAR.
Perasaan déjà vu hanya meningkatkan reaksi, dan kenangan akan keputusan offside kontroversial sebelumnya yang melibatkan Robert Lewandowski muncul kembali.
Oleh karena itu, presiden klub Joan Laporta dipandang sebagai salah satu orang yang paling vokal mengenai masalah ini, terutama mengingat potensi dampaknya terhadap hasil di tahap penting musim ini.












