Home Politic Alami perang di Timur Tengah. Iran meninggalkan keraguan tentang partisipasinya dalam negosiasi...

Alami perang di Timur Tengah. Iran meninggalkan keraguan tentang partisipasinya dalam negosiasi dengan Washington

12
0



Tentara UNIFIL Prancis tewas di Lebanon. Seorang tentara Prancis, Sersan Utama Florian Montorio, tewas dan tiga tentara Prancis lainnya terluka di Lebanon selatan pada hari Sabtu dalam serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian. Dua di antaranya terluka parah. Emmanuel Macron memperkirakan dalam akun X-nya bahwa “semuanya menunjukkan” bahwa Hizbullah bertanggung jawab atas serangan itu.

Selat Hormuz kembali ditutup. Iran mengumumkan bahwa mereka akan melanjutkan “kontrol ketat” atas Selat Hormuz sebagai respons terhadap blokade AS yang sedang berlangsung terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, dan membatalkan keputusan sehari sebelumnya untuk membuka kembali jalur laut penting ini untuk perdagangan hidrokarbon global.

Trump mengecam “pemerasan” yang dilakukan Iran atas Hormuz. Presiden AS mengecam “pemerasan” setelah Teheran mengumumkan dimulainya kembali blokade Selat Hormuz yang strategis. “Mereka tidak bisa memeras kita,” sergahnya. Sebelumnya, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh mengatakan Amerika Serikat tidak bisa “mengepung” Selat Hormuz.

Iran menembaki sebuah kapal tanker minyak. Peluncuran Iran ditembakkan ke sebuah kapal tanker minyak di Selat Hormuz pada hari Sabtu, kata dinas keamanan maritim Inggris UKMTO, setelah militer Iran mengingkari janjinya untuk membiarkan rute tersebut terbuka untuk navigasi. Kapten kapal tanker tersebut melaporkan didekati 23 mil timur laut Oman oleh dua peluncuran Korps Garda Revolusi Islam.

Hizbullah berjanji akan membalas serangan Israel. Pemimpin gerakan Hizbullah pro-Iran Lebanon, Naim Qassem, telah bersumpah untuk membalas serangan Israel di Lebanon, di mana gencatan senjata resmi diberlakukan. “Gencatan senjata berarti penghentian total semua permusuhan. Karena kami tidak mempercayai musuh ini, para pejuang perlawanan akan tetap berada di lapangan, siap bertindak, dan akan menanggapi pelanggaran,” kata Naïm Qassem dalam pernyataan yang disiarkan televisi, seraya menegaskan bahwa gencatan senjata tidak bisa dilakukan secara “sepihak”.



Source link