Usai kekalahan 4-1 Villarreal dari Barcelona, Marcelino tak sembunyi dari kenyataan hasil tersebut.
Alih-alih menyalahkan faktor eksternal, ia mengakui kesalahan timnya sendiri yang berperan besar dalam kekalahan tersebut.
Titik baliknya, menurutnya, adalah gol ketiga Barcelona. Saat kedudukan 2-1 pertandingan masih terasa meriah.
Villarreal kompetitif dan punya momen, tapi satu kesalahan mengubah segalanya.
Dia menggambarkan tujuan Lamine Yamal sebagai “bencana” karena begitu mudahnya diterima.
“Ini adalah gol yang tidak boleh kami kebobolan. Itu adalah gerakan tepat dari lawan dan sangat mudah untuk kami atasi.” katanya.
Momen tersebut, menurut pelatih Villarreal, mengubah keseimbangan mental permainan. Ia menjelaskan, Barcelona telah menunjukkan tanda-tanda ketidakpastian hingga saat ini.
“Saya pikir Barca mempunyai keraguan dan kami membuka pintu bagi mereka untuk memilikinya.” katanya.
Meski skor akhir 4-1, Marcelino merasa hukumannya berat. Ia mengakui hasil tersebut “dilebih-lebihkan atas apa yang kami lakukan.”
Pujian untuk Lamine Yamal
Salah satu pemain yang menjadi pembeda adalah Lamine. Pemain sayap muda itu mencetak hat-trick menakjubkan dan terbukti krusial.
Marcelino terang-terangan memujinya dan mengakui kualitas yang dihadapi timnya. “Kami bertemu Lamine yang luar biasa dan Barca yang akurat.” katanya.
Dia juga berbicara jujur tentang rencana pembelaan untuk menahan remaja tersebut.
“Jika kami memberikan kebebasan kepada Lamine, wajar baginya untuk mencetak gol.”
Insiden dengan Flick
Ada juga ketegangan bagi Hansi Flick di pinggir lapangan. Insiden tersebut menyusul serangan ganas yang dilakukan Pau Navarro terhadap Lamine setelah sebelumnya Barcelona dua kali membuang bola keluar batas agar pemain Villarreal mendapat perawatan.
Flick tampak frustrasi saat permainan berlanjut dengan Lamine tetap terpuruk.
Marcelino membahas percakapan tersebut dan menjelaskan: “Dia merendahkan saya tanpa alasan. Itu membuat saya sedikit marah karena bukan saya yang meniup peluit atau tidak meniup peluit.” katanya.
“Kami melakukan hal yang benar. Tapi saya tetap mengaguminya. Itu bukan masalah besar. Dia meminta maaf kepada saya setelahnya dan saya menghargainya.” dia menambahkan.
Sumber: Mundo Deportivo











