Home Politic Kekerasan seksual: Aurore Bergé ingin menerapkan catatan kriminal yang bersih terhadap para...

Kekerasan seksual: Aurore Bergé ingin menerapkan catatan kriminal yang bersih terhadap para profesional yang melakukan kontak dengan anak-anak

55
0



Menjelang Hari Internasional Menentang Kekerasan terhadap Perempuan, Aurore Bergé kemarin akhirnya menyerahkan rancangan undang-undang kerangka hukumnya tentang kekerasan seksual kepada Presiden Republik dan Perdana Menteri, termasuk 53 langkah legislatif. Dia membuat janji tersebut pada bulan Oktober, menyusul sejumlah seruan dari asosiasi feminis. Menteri berharap hal ini akan dimasukkan dalam agenda “sesegera mungkin”, katanya kepada AFP. Teks ini, yang “bertujuan untuk melatih lebih baik, mendeteksi lebih baik, mencegah lebih baik, mengkarakterisasi lebih baik dan menghukum lebih baik”, muncul setelah empat pembunuhan terhadap perempuan terjadi dalam satu hari pada minggu lalu.

Kekerasan terhadap anak di bawah umur, dukungan hukum dan kontrol koersif

Dalam konteks yang ditandai dalam beberapa bulan terakhir dengan serangkaian laporan pelecehan seksual di sekolah sepulang sekolah di Paris, Aurore Bergé ingin mewajibkan para profesional yang melakukan kontak dengan anak-anak muda di bawah 18 tahun dan “orang dewasa yang rentan” untuk memberikan catatan kriminal yang bersih. Jika ditinjau setiap tahun, sistem ini akan mencakup pegawai negeri sipil, pekerja sementara, peserta pelatihan, pekerja kontrak, dan pekerja outsourcing.

Tantangan besar lainnya: mengatur pengajuan pengaduan dengan lebih baik, dan lebih khusus lagi tindak lanjutnya. Untuk mencapai hal ini, Aurore Bergé mengusulkan untuk menjamin akses tanpa syarat terhadap bantuan hukum, mengizinkan kehadiran pengacara selama pemeriksaan kesehatan sesuai dengan keinginan para korban, mencatat kesaksian pertama mereka, mewajibkan pemecatan tanpa tindakan lebih lanjut dapat dibenarkan secara sistematis, dan membuka potensi hak untuk mengajukan banding.

Teks ini juga bertujuan untuk mengkarakterisasi kekerasan yang lebih berbahaya dalam keluarga, yaitu kontrol koersif yang dapat terjadi dalam berbagai bentuk: melarang rekening bank, melacak GPS atau telepon, memantau hubungan, dll. Terkait prostitusi, menteri ingin agar operator platform digital yang mendistribusikan konten yang berpotensi eksplisit secara seksual, seperti Onlyfan, memenuhi syarat sebagai mucikari.

(Dengan AFP)



Source link