Menurut Raphaël Balland, jaksa penuntut umum Toulon, tindakan siswa berusia 14 tahun yang tidak memiliki catatan kriminal ini “tidak memiliki konotasi agama atau politik”. “Pemuda itu marah kepada gurunya, ada ketegangan terkait pemberitaan yang dibuat (perilaku, catatan redaksi), tapi itu semua masih harus dikonfirmasi,” imbuhnya.






