Barcelona menuju final Piala Super Spanyol melawan Real Madrid dengan lebih dari sekedar trofi dalam pikiran mereka.
Menurut laporan dari AS (h/t FCB World) tersebut Blaugrana Ruang ganti didorong oleh motif emosional yang kuat untuk memenangkan trofi dan mendedikasikannya kepada Ronald Araujo sebagai bentuk dukungan di salah satu periode tersulit dalam karirnya.
Araujo, salah satu kapten Barcelona, belum bermain satu menit pun untuk klub tersebut sejak kartu merahnya melawan Chelsea di Liga Champions UEFA pada akhir November.
Momen tersebut menjadi awal babak sulit bagi bek asal Uruguay tersebut, baik secara profesional maupun mental.
Setelah kejadian itu, dia meminta izin kepada klub untuk pergi tanpa batas waktu, yang diterima Barcelona.
Sejak saat itu, muncul spekulasi mengenai situasinya, namun belum ada konfirmasi resmi mengenai tanggal kembalinya.
Persatuan untuk Araujo
Sejak penampilan terakhir Araujo, Barcelona telah memainkan sembilan pertandingan kompetitif di semua kompetisi dan dia tidak terlibat dalam satupun pertandingan tersebut.
Meski masuk dalam skuad Piala Super Spanyol, ia tidak ambil bagian dalam kemenangan semifinal atas Athletic Club.
Semua tanda sekarang menunjukkan dia juga tidak bisa tampil untuk final hari Minggu melawan Real Madrid.
Araujo adalah pemimpin yang disegani, suara otoritas di lapangan dan sosok yang dijunjung banyak pemain muda.
Ketidakhadirannya dirasakan tidak hanya secara defensif tetapi juga dalam hal kehadiran dan karakter.
Di sinilah motivasi berperan. Tim Barcelona menyadari sepenuhnya bahwa kapten mereka telah mengalami bulan Desember yang sulit dan jauh dari kondisi emosi terbaiknya dalam beberapa pekan terakhir.
Alih-alih membiarkan hal ini membebani kelompok, hal ini malah menimbulkan efek sebaliknya.
Selalu istimewa bagi Barcelona untuk mengalahkan Real Madrid, namun mencapai final jauh lebih berarti.
Di ruang ganti, ide mengangkat trofi dan mempersembahkannya untuk Araujo pun menjadi sumber inspirasi.











