Home Sports Tiga pemain muda La Masia di ambang menembus tim utama musim depan

Tiga pemain muda La Masia di ambang menembus tim utama musim depan

9
0


Sejak mengambil alih Barcelona pada musim panas 2024, Hansi Flick tidak hanya mengubah identitas taktis tim, tetapi juga menghidupkan kembali salah satu tradisi klub yang paling dijunjung: kepercayaan pada pemain muda.

Filosofi Barcelona selalu berkisar pada La Masia, namun di bawah Flick keyakinan tersebut telah dihidupkan kembali dengan niat yang nyata.

Pelatih asal Jerman ini telah memberikan 12 pemain akademinya untuk debut di tim utama, menunjukkan komitmennya untuk membangun masa depan yang berkelanjutan sambil tetap kompetitif di level tertinggi.

Salah satu contoh terbaru terjadi di Eropa musim ini ketika talenta muda Xavi Espart melakukan debut seniornya dalam pertandingan sistem gugur penting Liga Champions UEFA melawan Newcastle United.

Ini adalah sinyal kuat lainnya bahwa Flick tidak takut untuk mempercayai pemain muda di panggung terbesar.

Pemain seperti Marc Bernal dan Gerard Martín telah melakukan lompatan ini dan membuktikan diri mereka sebagai opsi yang dapat diandalkan untuk tim utama.

Saat Barcelona kini menatap musim 2026/27, lebih banyak bintang muda diperkirakan akan mengikuti jejaknya.

Dengan mengingat hal tersebut, berikut adalah tiga pesaing La Masia yang terlihat berada dalam posisi sempurna untuk membuat terobosan di bawah asuhan Flick musim depan.

Tommy Marques: Menggambar perbandingan Frenkie de Jong

Di usianya yang baru menginjak 19 tahun, Tommy Marques sudah menjadi salah satu nama yang paling banyak dibicarakan di tim Barcelona.

Gelandang ini menarik perhatian awal tahun ini ketika ia melakukan debut tim utama melawan Mallorca.

Meskipun ia telah dimasukkan dalam beberapa skuad pertandingan, peluangnya tetap terbatas dan penampilan ini menjadi satu-satunya penampilan seniornya hingga saat ini.

Apa yang benar-benar meningkatkan hype seputar Marques adalah sifat perbandingannya.

Ada keyakinan yang berkembang di dalam klub bahwa profilnya mencerminkan Frenkie de Jong – pemain yang dikenal karena ketenangannya, kemampuan menangani bola, dan kecerdasannya di ruang sempit.

Meski ia masih membutuhkan menit bermain yang konsisten untuk berkembang, ada optimisme yang semakin besar bahwa musim depan bisa menjadi musim terobosannya.

Kesediaan Flick untuk mempercayai gelandang yang berbakat secara teknis dapat berperan langsung di tangan Marques, terutama dalam sistem yang menghargai kontrol dan kemajuan dari dalam.

Ebrima Tunkara: Lamine Yamal berikutnya sedang dibuat?

Ebrima Tunkara membuat heboh sektor junior. (Kredit gambar: Instagram/@ebrimatunkara10)

Di usianya yang baru 16 tahun, Ebrima Tunkara sudah membuat heboh seantero La Masia.

Gelandang serang ini secara luas dianggap sebagai salah satu talenta paling cemerlang di kelompok usianya dan sudah bermain di atas level alaminya, yang merupakan indikator jelas betapa tingginya penilaian internal terhadapnya.

Jalur perkembangannya menunjukkan kesamaan dengan Lamine Yamal, yang dengan cepat menjadi pemain reguler di tim utama.

Tunkara beroperasi terutama sebagai pemain berkaki kiri No. 10, sebuah profil yang secara alami menonjol.

Namun yang benar-benar membedakannya adalah kepercayaan dirinya pada bola dan kemampuannya mendikte permainan di lini depan, sebuah sifat yang jarang terlihat pada pemain seusianya.

Penting untuk dicatat bahwa dia tidak dicap sebagai replika Jamal. Sebaliknya, ia menunjukkan tanda-tanda awal yang serupa, yang mencakup ketenangan, kejelasan teknis, dan keberanian untuk mengambil tanggung jawab pada saat-saat genting.

Meski penampilan regulernya di tim utama masih jauh, jangan heran jika Flick menawarinya kesempatan bermain di tim senior musim depan.

Juan Hernandez: Senjata serbaguna

Xavi Espart dan Juan Hernandez dari FC Barcelona
Juan Hernandez sudah berlatih bersama tim utama. (Foto oleh Alex Caparros/Getty Images)

Dari nama-nama yang akan datang, Juan Hernandez kemungkinan akan menjadi yang paling berguna secara taktis untuk Flick.

Gelandang serang berusia 18 tahun ini menawarkan sesuatu yang dihargai oleh setiap manajer modern: keserbagunaan.

Hernandez dengan nyaman bermain lebih dalam di lini tengah atau beroperasi dari sayap kiri, menawarkan berbagai solusi dalam satu profil.

Ia terus berkembang sejak bergabung dengan La Masia pada tahun 2020 dan musim ini jelas menunjukkan perkembangannya.

Di Segunda Federación ia menyumbang empat gol dan empat assist.

Lebih penting lagi, dia sudah menarik perhatian Flick, setelah diundang berlatih bersama tim utama awal musim ini.

Visibilitas ini sering kali menjadi batu loncatan, terutama di bawah manajer yang memantau perkembangan generasi muda dengan cermat.

Dengan kemampuannya memberikan pengaruh pada permainan dalam berbagai peran, Hernandez bisa menjadi pilihan roster yang berharga musim depan, terutama di musim di mana kedalaman dan fleksibilitas akan menjadi kuncinya.





Source link