Home Sports Tiga alasan Barcelona percaya comeback melawan Atletico Madrid

Tiga alasan Barcelona percaya comeback melawan Atletico Madrid

6
0


Barcelona kini berada dalam posisi sulit setelah menderita kekalahan 2-0 dari Atlético Madrid di leg pertama perempat final Liga Champions UEFA.

Hasil tersebut tidak hanya memperlihatkan beberapa kelemahan, tetapi juga memberikan tekanan yang sangat besar pada leg kedua.

Bangkit dari ketertinggalan dua gol tidak pernah mudah, terutama melawan tim Atlético yang memiliki pertahanan yang kuat.

Selain itu, situasinya menjadi lebih rumit karena keadaan permainan.

Sebelum bertandang ke Metropolitano, Barcelona harus berkonsentrasi terlebih dahulu pada duel krusial La Liga melawan Espanyol.

Rotasi skuad akan diperlukan dan itu dapat mempengaruhi ritme menjelang malam penting Eropa.

Yang menambah kekhawatiran mereka adalah Pau Cubarsi akan absen pada leg kedua karena skorsing, sementara masih ada keraguan atas kebugaran Pedri dan Marc Bernal.

Kemunduran ini secara signifikan dapat berdampak pada stabilitas pertahanan dan kontrol lini tengah.

Namun, ada cukup alasan bagi Barcelona untuk percaya bahwa comeback masih mungkin terjadi.

Hasil melawan Atlético sejauh ini memberikan harapan nyata

Meski mengalami kemunduran, Barcelona punya alasan bagus untuk percaya bahwa mereka masih bisa membalikkan keadaan.

Barcelona sebelumnya mengalahkan Atlético Madrid. (Foto oleh Alex Caparros/Getty Images)

Salah satu hal positif terbesar adalah rekor terbaru mereka melawan Atletico Madrid.

Tim besutan Hansi Flick sudah menunjukkan mampu meraih hasil besar melawan tim besutan Diego Simeone meski dalam situasi sulit.

Lebih dari setahun yang lalu, Barcelona berhasil mengatasi defisit 2-0 di Metropolitano untuk mengamankan kemenangan luar biasa 4-2.

Kembalinya ini adalah pengingat yang kuat tentang kemampuan tim ini di bawah tekanan.

Musim ini, Barcelona kembali menunjukkan kemampuannya dalam bereaksi melawan Atletico.

Setelah kekalahan 1-0 di Montjuïc di La Liga, mereka bangkit kembali untuk menang 3-1.

Menariknya, justru hasil ini cukup untuk memaksa perpanjangan waktu di laga Liga Champions saat ini.

Ditambah lagi dengan leg kedua semifinal Copa del Rey baru-baru ini, di mana Barcelona menang telak 3-0.

Meskipun hasil ini datang dalam konteks yang berbeda, namun tetap menyoroti kemampuan tim untuk memberikan hasil ketika semuanya baik-baik saja.

Statistik unta Barcelona

Alasan penting lainnya untuk optimisme terletak pada kemampuan Barcelona untuk pulih dari kehilangan posisi musim ini.

Gavi, pemain Barcelona
Barcelona telah melakukan beberapa comeback musim ini. (Foto oleh Denis Doyle/Getty Images)

Sederhananya, Barcelona telah melakukan sepuluh comeback di semua kompetisi musim ini, termasuk tujuh di La Liga dan tiga di Liga Champions.

Statistik ini saja membuktikan Barcelona tidak panik saat berada di bawah tekanan.

Lebih penting lagi, enam dari comeback tersebut terjadi di laga tandang, yang merupakan faktor penting menjelang leg kedua di Madrid karena ini membuktikan bahwa Barcelona dapat mengatasi atmosfer yang tidak bersahabat dan tetap memberikan hasil.

Salah satu contoh yang menonjol adalah kemenangan mendebarkan 5-3 atas Real Betis, dan pertandingan seperti ini menunjukkan kualitas serangan tim dan kemampuan mereka untuk mengungguli lawan mereka bahkan dalam situasi sulit.

Namun, sejarah Eropa menimbulkan kekhawatiran.

Pasalnya, Barcelona sebelumnya pernah membalikkan ketertinggalan dua gol atau lebih dalam lima dari 12 upayanya, namun keberhasilan tersebut semuanya datang dari kandang sendiri.

Kali ini mereka harus mencapai hal serupa di luar stadion mereka sendiri.

Kembalinya De Jong bisa jadi sangat penting

Meskipun cedera dan skorsing telah menyebabkan masalah, ada peningkatan yang jelas di leg kedua.

Frenkie De Jong dari FC Barcelona
Frenkie de Jong akan kembali untuk leg kedua. (Foto oleh David Ramos/Getty Images)

Pasalnya, Frenkie de Jong diperkirakan akan kembali dan kehadirannya bisa berperan penting dalam peluang Barcelona untuk kembali.

Gelandang Belanda ini menawarkan ketenangan, kontrol, dan kecerdasan dalam penguasaan bola – kualitas yang hilang di leg pertama.

Flick diperkirakan akan memberinya menit bermain melawan Espanyol untuk memastikan dia fit sepenuhnya untuk perjalanan ke Metropolitano.

Kehadirannya, terutama setelah kemungkinan absennya Pedri dan Marc Bernal, akan menjadi penyemangat besar.

Selain taktik dan kekuatan skuad, Barcelona juga akan sangat mengandalkan respons emosional mereka.

Kekalahan pada leg pertama jelas berdampak pada para pemain dan kekecewaan tersebut bisa menjadi motivasi untuk menghadapi leg kedua.

Ini adalah skuad yang telah menunjukkan ketahanan sepanjang musim.

Ketika dihadapkan pada kesulitan, mereka seringkali merespons dengan penampilan yang kuat dan mentalitas itu akan diuji kembali di Metropolitano.



Source link