Home Politic Studi: Eropa jelas mengalami perlambatan dalam penerapan AI untuk bidang logistik

Studi: Eropa jelas mengalami perlambatan dalam penerapan AI untuk bidang logistik

7
0


Sebuah studi BCG yang dilakukan oleh Alpega menyoroti penurunan yang jelas dalam sektor logistik Eropa dalam perlombaan menuju kecerdasan buatan. Dengan hanya 6% adopsi tingkat lanjut, Eropa tertinggal jauh dibandingkan Amerika Utara dan khususnya Asia, yang tingkat adopsinya sekitar lima kali lebih tinggi.

Adopsi terfragmentasi tergantung pada pemainnya

Penelitian menunjukkan bahwa terdapat heterogenitas yang kuat di antara berbagai aktor. Mayoritas pengirim barang masih dalam tahap eksplorasi atau tahap percontohan, sementara penyedia layanan logistik sudah memulai implementasi konkrit. Fragmentasi ini menunjukkan bahwa transformasi tidak terjadi dengan kecepatan yang sama di seluruh ekosistem.

Penyedia layanan logistik tampaknya menjadi pendorong utama adopsi AI. Mereka mengintegrasikan teknologi ini ke dalam aktivitas sehari-hari mereka, khususnya untuk mengoptimalkan perencanaan transportasi, meningkatkan visibilitas arus, dan mengotomatiskan tugas-tugas tertentu seperti memproses permintaan atau melacak pengiriman. Kemajuan mereka memungkinkan mereka memposisikan diri sebagai pemain kunci dalam penataan pasar.

AI, kekuatan kompetitif yang berkembang

Kecerdasan buatan secara bertahap menjadi kriteria penentu dalam hubungan komersial. Sebagian besar pengirim barang telah mempertimbangkan kemampuan teknologi penyedia layanan saat memilih mitra mereka, sehingga mengubah AI menjadi keunggulan kompetitif yang nyata dan tidak lagi menjadi alat sederhana untuk efisiensi internal.

Menghadapi transformasi ini, penyedia layanan logistik mengharapkan adanya penyesuaian keterampilan mereka. Munculnya AI disertai dengan kebutuhan untuk meningkatkan keterampilan tim dan pergerakan menuju metode pengambilan keputusan yang lebih baik, di mana manusia dan teknologi bekerja sama secara saling melengkapi.

Sebuah isu strategis bagi Eropa

Laporan ini memperingatkan risiko persaingan usaha yang terkait dengan perlambatan ini. AI menjadi faktor kunci dalam meningkatkan kinerja, transparansi, dan kualitas layanan. Dalam konteks ini, penyedia layanan logistik memiliki peran strategis dalam mempercepat adopsi, menstrukturkan penggunaan, dan mendukung pemain lain dalam transisi ini.

Sara Attal
Artikel terbaru dari Sarah Attal (lihat semua)



Source link