“Ini adalah tragedi yang mengerikan dan tiba-tiba,” jawab walikota Saint-Martin-lez-Tatinghem, dekat Saint-Omer (Pas-de-Calais), setelah kematian Liam, yang berusia 13 tahun. Pada Kamis sore, saat berlari melewati stadion bersama teman-teman kelas empatnya, remaja tersebut meninggal karena serangan jantung, kata laporan Suara dari Utara.
Anak tersebut tiba-tiba pingsan sebelum dirawat oleh gurunya, dibantu petugas pemadam kebakaran dan SMUR yang memberikan kompresi dada cukup lama.
Setelah upaya resusitasi tidak berhasil, anak tersebut dibawa ke rumah sakit, dan dia dinyatakan meninggal tak lama kemudian. Investigasi dibuka dan sel pendengaran didirikan untuk mahasiswa dan staf kampusnya.
“Awalnya mereka mengira dia baru saja tersandung”
“Mereka melihat Liam pingsan,” katanya Pantai Utara ibu seorang siswa yang hadir di kelas. “Awalnya mereka mengira dia tersandung, tapi saat mereka semakin dekat, mereka menyadari ada sesuatu yang tidak beres.” Para siswa yang hadir segera dibawa kembali ke sekolah oleh guru lain.
Jumat lalu, teman-teman sekelasnya “memutuskan untuk berpakaian sama sebagai penghormatan kepada Liam,” lanjut sang ibu. Parade Hari St. Martin, yang seharusnya berlangsung pada Jumat malam, telah dibatalkan.
>> Baca artikel oleh Suara dari Utara.











