Home Politic Seine-Saint-Denis. Pembunuhan Luigi muda pada tahun 2018: dua saudara tiri dijatuhi hukuman...

Seine-Saint-Denis. Pembunuhan Luigi muda pada tahun 2018: dua saudara tiri dijatuhi hukuman 14 dan 16 tahun penjara di tingkat banding

32
0


Dua saudara tiri dijatuhi hukuman 14 dan 16 tahun penjara pada hari Kamis di Paris atas pembunuhan geng terorganisir terhadap Luigi, seorang remaja berusia 16 tahun, yang dibunuh dengan Kalashnikov di Saint-Denis di Seine-Saint-Denis pada tahun 2018, kami mendengar dari pengacara pihak sipil dan pembela.

Mohamed Koudou dan Abdramane Fofana diadili lagi di Paris, hampir setahun setelah persidangan pertama di Bobigny, yang pada akhirnya hukuman terberat yaitu 19 tahun penjara dijatuhkan pada Ridwane Akcha, yang disebut sebagai penembak oleh seorang yang selamat dari penembakan. Ketiga tersangka ini berusia 19 dan 20 tahun saat kejadian dalam konteks persaingan dua kota di Saint-Denis.

Putusan tingkat banding menguatkan hukuman 14 tahun penjara yang dijatuhkan kepada Mohamed Koudou dan sedikit mengurangi hukuman Abdramane Fofana, dari 18 menjadi 16 tahun. Jaksa Penuntut Umum menuntut mereka masing-masing 16 dan 22 tahun penjara.

Persaingan geng

“Kami akhirnya sampai pada akhir perjalanan hukum yang menyakitkan bagi keluarga Oliveira ini,” jawab Me Stéphane Sebag, perwakilan partai sipil, orang tua Luigi dan tiga saudara perempuannya yang datang ke persidangan di Paris dan Bobigny. “Variasi versi satu dengan versi lainnya serta bobot omerta belum berhasil mengusik pikiran para hakim yang menemukan unsur-unsur untuk memasuki proses penjatuhan hukuman,” perkiraan Pak.e Sebag.

Pada malam terjadinya penembakan maut di kota Romain-Rolland, 17 September 2018, para pemuda kota Joliot-Curie yang dilengkapi dengan tongkat baseball atau jeruji besi, ikut berkelahi tanpa menyangka akan ditembak, kata korban penembakan, Amin. Ia sendiri berusia 16 tahun saat tertembak di kaki dan kehilangan sahabatnya Luigi, tewas tertembak peluru AK-47 di bagian leher, di antara ruang sampah dan gedung perumahan umum. “Saya mencatat keputusan ini dan tidak bermaksud mengajukan banding ke Pengadilan Kasasi, sehingga babak peradilan ini akan ditutup secara definitif malam ini,” kata pembela Abdramane Fofana, Me Stéphane Gas.



Source link