Rata-rata terlambat 54 menit. Pada penghujung sore hari Sabtu tanggal 22 November, gelombang dingin terjadi hampir sepanjang hari lalu lintas udara di bandara Roissy-Charles-de-Gaulle. Berdasarkan informasi BFMTV, beberapa pesawat menunjukkan penundaan hingga dua atau bahkan tiga jam dari waktu keberangkatannya. Misalnya penerbangan dari Paris ke Mauritius yang berangkat pukul 18.10. akhirnya meninggalkan kota metropolitan pada pukul 21:45.
Di penghujung sore A rencana pengiriman penerbangan diberlakukan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akibat adanya salju dan es di landasan pacu bandara Paris. Di sana cuaca musim dingin mengurangi visibilitas selama penerbangan dan salju di darat memperlambat lalu lintas udara. Penting untuk membersihkan salju dari lereng secara teratur, sebuah aktivitas tambahan yang memakan waktu rata-rata 10 hingga 15 menitdan melakukan penghilangan lapisan es pada pesawat. Tindakan kecil, namun jika digabungkan akan membuang waktu berharga perusahaan dan menyebabkan penundaan rantai.
Akhir rencana sejak jam 5 sore
Rencana pengendalian lalu lintas udara berakhir jam 5 soretapi itu sendirian jam 8 malam bahwa pengaturan penerbangan akhirnya tampak teratur kembali. Namun, kita harus tetap waspada. Oleh jam 8 malamA peringatan oranye karena hujan salju diumumkan di Île-de-France. Situasi cuaca yang kembali dapat berdampak pada lalu lintas udara dari Paris.
Menurut Météo-France, hujan salju diperkirakan akan turun di sekitar barat wilayah di Île-de-France pada malam hari dan akan meninggalkan wilayah tersebut di timur antara Sabtu malam dan Minggu pagi. ITU akumulasi diharapkan antara satu dan tiga sentimeter umum dan dapat bervariasi dari lima hingga tujuh sentimeter lokal.











