Meskipun ketegangan terjadi pada pemilihan kota, tingkat ketegangan semakin meningkat setelah hasil pemilu. Fakta bahwa wali kota yang dipilih secara demokratis menjadi sasaran karena asal usul, nama, atau warna kulit mereka merupakan hal yang memalukan bagi Republik.
Dari Saint-Denis hingga Blanc-Mesnil, melalui Mantes-la-Jolie, anggota dewan kota menjadi korban rasisme. Seolah-olah, di mata sebagian orang, mereka tidak dapat mewujudkan otoritas republik atau mengenakan syal tiga warna dengan bermartabat. Gagasan tentang kewarganegaraanlah yang diserang oleh bau busuk ini…











