Rusia dilaporkan telah memperkenalkan rudal jelajah baru untuk konflik di Ukraina. Menurut Direktorat Intelijen Utama Kementerian Pertahanan Ukraina (GUR), Moskow menggunakan apa yang disebut rudal lintas udara Izdeliye-30. Keberadaan senjata ini konon terungkap setelah analisis puing-puing yang ditemukan dari depan. Dalam siaran pers yang dikeluarkan pada Senin, 2 Maret, badan intelijen Ukraina menjelaskan bahwa mereka telah mengidentifikasi pecahan yang tidak cocok dengan sistem senjata Rusia yang diketahui, lapor Orang Paris.
Menurut informasi yang diberikan, Izdeliye-30 akan memiliki sayap lipat dengan lebar sayap sekitar tiga meter dan akan hulu ledak sekitar 800 kg. Jangkauannya akan tercapai setidaknya 1.500 kilometeruntuk kecepatan jelajah kira-kira 725 km/jamberkat turbojet kompak. Rudal tersebut juga akan dilengkapi dengan sistem navigasi berbasis penerima satelit yang dapat menahan gangguan.
Alternatif strategis untuk biaya tinggi
Menurut media khusus Zona perangteknologi ini akan diintegrasikan ke dalam sistem autopilot yang mirip dengan bom berpemandu Rusia tertentu. Desain tersebut dikaitkan dengan agen desain Zvezda karena kemiripannya dengan Rudal anti kapal Kh-35dikenal NATO sebagai SS-N-25 Bilah saklartanpa konfirmasi resmi.
Menurut Pusat Analisis Strategi dan Teknologi (CAST) lembaga think tank Rusia, Izdeliye-30 dirancang sebagai “alternatif yang lebih murah dan sederhana” rudal jelajah yang sudah digunakan oleh Rusia, seperti Kh-101 atau Kh-555. Perkembangannya juga dapat merespons a kekurangan amunisi dan keinginan Moskow untuk mendiversifikasi persenjataannya.











