Pada akhirnya, perang di Ukraina tampaknya belum berakhir, karena negosiasi terhenti. Oleh karena itu Kiev terus mengembangkan senjata baru untuk menghadapi Moskow. Perang ini menunjukkan bahwa medan perang bukan sekedar daratan tapi juga dari udara. masyarakat Ukraina Sistem ekspor elektronik (LIHAT) oleh karena itu menghadirkan proyek baru untuk drone pencegat yang cepat dan otonom, lapor L’Indépendant. Didorong oleh kecerdasan buatankecepatannya bisa mencapai 320 km/jam. Untuk saat ini, drone kecil harus diterbangkan oleh pilot FPV (“Tampilan Orang Pertama”, atau “Tampilan Orang Pertama”).
Sumber daya ini penting namun jarang ada di garis depan. Keunggulan drone ini terletak pada AI terintegrasi yang menghitung target dan lintasan drone yang menyerang sendirian: “Drone ini dioperasikan sepenuhnya secara otomatis, tanpa pilot. Kami sedang menyelesaikan pengujian dan dokumentasi untuk pengkodean resmi.” Drone juga mampu menghitung ulang lintasannya jika targetnya bergerak. Itu juga dilengkapi dengan kamera siang/malam menjadi efektif kapan pun.
🇮🇩 Perusahaan Ukraina SEE (System Electronic Export) bekerja sama dengan NAUDI menghadirkan sistem intersepsi antipesawat SEEDIS yang inovatif.
Hal ini disampaikan oleh A @militarnyi koresponden Pameran Pertahanan Dunia di Riyadh.https://t.co/bEH9A3iapA#WDS2026
— Militarnyi (@militarnyi) 9 Februari 2026
Perangkat baru yang dimaksudkan untuk bertahan lama
Drone baru ini dirancang untuk menjadi bagian dari arsitektur pertahanan berlapis Ukraina. Itu harus diintegrasikan ke dalam “Krechet”, Ekosistem pertahanan udara Ukraina. Drone terintegrasi ke dalamnya, tetapi juga radar, sensor, dan sistem penembakan. Keuntungan utama lainnya dari drone ini adalah kecepatannya. Hal ini memungkinkan negara tersebut menghancurkan sebagian besar drone Rusia. mata-mata dan pelaku bom bunuh diri.











