Home Politic Perang di Timur Tengah: Iran menghancurkan AWACS Amerika di Arab Saudi Berita...

Perang di Timur Tengah: Iran menghancurkan AWACS Amerika di Arab Saudi Berita terbaru dari Haiti: politik, keamanan, ekonomi, budaya.

10
0


Serangan rudal dan pesawat tak berawak di Pangkalan Udara Pangeran Sultan Arab Saudi merusak pesawat strategis E-3 Sentry AWACS AS, menurut beberapa pejabat militer AS dan sumber yang menguatkan.


Samshotel

Serangan ini menandai fase baru dalam eskalasi militer yang sedang berlangsung antara Iran dan Amerika Serikat di Timur Tengah ⚠️.

Sebuah sasaran strategis dengan nilai militer yang tinggi

Pesawat yang terkena dampak termasuk dalam kategori AWACS (Airborne Warning and Control System), pesawat yang penting untuk pengawasan udara dan koordinasi operasi militer. Platform ini memungkinkan untuk mendeteksi ancaman udara, melacak rudal dan drone secara real time dan memastikan manajemen taktis operasi di zona tempur utama.

Menurut beberapa sumber militer, pesawat tersebut rusak dalam serangan tersebut, meskipun beberapa gambar di media sosial menunjukkan kerusakan yang lebih besar. Pada tahap ini, tingkat kerusakan secara pasti masih harus dinilai.

Beberapa tentara Amerika terluka

Serangan yang dilakukan pada 27 Maret 2026 itu juga melukai sedikitnya sepuluh tentara Amerika, beberapa di antaranya luka parah.

Beberapa pesawat tanker yang diparkir di pangkalan tersebut juga dilaporkan terkena serangan, membenarkan skala serangan terhadap instalasi strategis besar ini.

Sebuah pangkalan yang telah menjadi sasaran beberapa kali

Ini bukan pertama kalinya Pangkalan Udara Pangeran Sultan menjadi sasaran dalam beberapa pekan terakhir. Serangan lain yang dikaitkan dengan Iran telah menghantam fasilitas ini, melukai hampir 30 anggota militer AS dan menyebabkan kerusakan pada beberapa pesawat.

Pangkalan ini merupakan salah satu pusat komando udara AS yang paling penting di kawasan Teluk.

Peningkatan militer yang mengkhawatirkan di wilayah tersebut

Sejak bentrokan langsung antara Iran dan Amerika Serikat dimulai pada akhir Februari 2026, beberapa instalasi militer AS di Arab Saudi, Kuwait, Qatar, dan Bahrain telah menjadi sasaran serangan rudal atau drone.

Sebagai tanggapan, Washington telah memperkuat posisi militer regionalnya, mengirimkan bala bantuan darat, udara dan laut, ketika ketegangan di Timur Tengah terus meningkat 🌍.

Situasinya masih terus berkembang

Pada tahap ini, pihak berwenang AS belum secara resmi mengkonfirmasi kehancuran total pesawat AWACS tersebut. Mereka lebih cenderung menyarankan perangkat yang rusak, sementara beberapa sumber tidak resmi menyebutkan kerugian yang lebih besar.

Oleh karena itu, situasinya terus berkembang pesat.

lopedevega



Source link