Uni Eropa telah menjatuhkan sanksi baru terhadap 19 pejabat dan entitas Iran yang bersalah atas pelanggaran hak asasi manusia yang “serius”, kata kepala diplomasi UE pada hari Rabu dalam sebuah pesan yang diterbitkan di X. Menurut Kaja Kallas, ini adalah sebuah sinyal “Pesan untuk Teheran: Masa depan Iran tidak bisa dibangun di atas penindasan”.
Sanksi baru ini, yang mencakup pembekuan aset di UE dan larangan masuk ke wilayah tersebut, tidak berlaku bagi pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, yang ditunjuk untuk menduduki jabatan tersebut setelah kematian ayahnya, Ali Khamenei, yang dibunuh pada 28 Februari pada hari pertama serangan AS-Israel, menurut sumber diplomatik.
Sebelum pengumuman ini, sekitar 247 individu dan 50 entitas telah dijatuhi sanksi oleh UE karena pelanggaran hak asasi manusia.











