Home Sports Penurunan performa Barcelona menunjukkan betapa mereka kekurangan daya tembak dan semangat juang...

Penurunan performa Barcelona menunjukkan betapa mereka kekurangan daya tembak dan semangat juang sang kapten

34
0


Kini sudah lebih dari sebulan sejak Raphinha terakhir kali mengenakan seragam Barcelona dan ketidakhadirannya meninggalkan kekosongan yang sulit dijelaskan hanya dengan statistik.

Pemain sayap asal Brasil itu bermain selama 65 menit melawan Real Oviedo pada akhir September sebelum mengalami cedera dan sejak itu ritme permainan Barcelona menurun.

Dalam enam pertandingan tanpanya, tim besutan Hansi Flick mengalami tiga kekalahan dan tampil kurang bagus di kedua sisi lapangan.

Angka berbicara

Ketika Raphinha fit, Barca tampak seperti pesaing sejati. Dengan keikutsertaannya, tim mencatatkan tujuh kemenangan dan satu hasil imbang dalam delapan pertandingan di La Liga dan Liga Champions dan hanya kehilangan dua poin secara keseluruhan.

Mereka juga mencetak gol dengan bebas – 21 gol, dengan Raphinha sendiri menyumbang tiga gol dan dua assist – dan hanya kebobolan lima kali.

Kontras sejak cederanya sangat mencolok, seolah-olah semangat tim hilang bersamanya.

Barcelona sangat merindukan Raphinha. (Foto oleh Juan Manuel Serrano Arce/Getty Images)

Tanpa Raphinha, angka Barcelona anjlok. Dalam enam pertandingan ini mereka hanya mendapat sembilan poin dari kemungkinan 18tingkat keberhasilan hanya 50%, dibandingkan dengan 87,5% saat pemain Brasil itu berada di lapangan.

Secara defensif, situasinya bahkan lebih mengkhawatirkan. Itu Blaugrana punya smencetak 11 golrata-rata hampir dua per game, sambil mencetak 13 poindan perlu dicatat bahwa enam dari gol tersebut terjadi dalam satu pertandingan melawan Olympiacos.

Lebih dari sekedar angka

Dampak Raphinha tidak bisa diukur hanya dengan angka saja.

Tekanannya yang tiada henti, larinya yang konstan, dan tekadnya untuk memenangkan bola di lini depan sangat penting bagi sistem Flick, yang didasarkan pada energi dan disiplin di lini depan.

Saat Raphinha bermain, Barcelona bertahan lebih baik karena memaksa lawan melakukan kesalahan sebelum mengambil keputusan. Agresivitasnya menentukan kecepatan dan tanpanya tim sering kali terlihat pasif dan mudah ditebak.

Kabar baik untuk Barca adalah pemain sayap tersebut dijadwalkan untuk kembali setelah jeda internasional pada bulan November, dengan kemungkinan kembalinya direncanakan untuk pertandingan La Liga melawan Athletic Club pada tanggal 22 November.

Sampai saat itu tiba, Flick harus menemukan cara untuk menstabilkan performa tim, meskipun energi dan keterusterangan Raphinha jelas tidak tergantikan.



Source link