Jeratan di sekitar rezim Iran semakin ketat. Kesaksian dari orang-orang yang selamat dari penindasan demonstrasi bulan Januari mulai mengalir, dan seluruh dunia secara bertahap mulai mengambil tindakan atas kemartiran orang-orang yang masih hidup dan berdarah-darah. Walaupun angka resmi korban yang dilaporkan oleh Teheran adalah 3.000 orang tewas, LSM-LSM menyatakan angka tersebut dua kali lebih tinggi, sementara majalah Time dan The Guardian mengklaim 30.000 warga Iran telah terbunuh. Setara dengan populasi Épinal atau Montbéliard. Dengan tidak adanya oposisi terstruktur di negara ini, hipotesis penggulingan kekuasaan, yang telah menguasai Iran sejak revolusi tahun 1979, masih belum pasti.
Suatu tindakan yang telah dituntut oleh diaspora selama dua puluh tahun
Untuk mempercepat jalannya sejarah, Barat telah memutuskan untuk mengaktifkan dua kekuatan: satu kekuatan militer dan satu lagi kekuatan diplomatik. Amerika Serikat menyewa kapal induk di sana serangan “bertarget” di masa depan tampaknya lebih mungkin terjadi setiap hari. Pada saat yang sama, Uni Eropa pada hari Kamis memutuskan untuk menunjuk Garda Revolusi yang jahat daftar hitam organisasi teroris. Langkah yang telah dituntut oleh diaspora selama dua puluh tahun ini antara lain berupa larangan bagi warga Pasdaran untuk bepergian ke Benua Lama, serta pembekuan aset dan aset mereka yang ditempatkan di Eropa. Garda Revolusi, sebuah milisi yang awalnya berdedikasi untuk menjamin keamanan rezim, kini mengendalikan sektor-sektor penting seperti badan intelijen, perekonomian, dan birokrasi. Seperti polisi politik bekas blok komunis, mereka telah menyusup ke semua sektor masyarakat dan setiap hari menyebarkan teror yang setara dengan yang dilakukan Taliban Afghanistan. Memberi label pada mereka sebagai teroris tidak akan cukup untuk menggulingkan mereka secara tiba-tiba, namun akan membantu melemahkan mereka. Strateginya jelas. Jangan mengendurkan cengkeraman sampai lengan bersenjata para mullah akhirnya patah.











