Persidangan Frédéric Péchier, mantan ahli anestesi dari Besançon yang dituduh melakukan tiga puluh keracunan, termasuk dua belas kematian, antara tahun 2008 dan 2017, berlanjut di hadapan Pengadilan Doubs Assize.
Pengadilan harus mendengarkan kasus Tedy Hoarter hingga Senin, jelasnya Republik Timur. Jantung anak kecil berusia empat tahun ini telah gagal dua kali selama operasi amandel yang dilakukan pada bulan Februari 2016 di klinik Saint-Vincent di Besançon. Kasusnya menimbulkan “keheranan umum” di kalangan dokter pada saat itu.
Dr Péchier turun tangan untuk menghidupkannya kembali
Orang tuanya yakin bahwa dia diracuni oleh Frédéric Péchier. Ayah Tedy dihantui oleh cerita ini, namun juga didorong oleh keinginan untuk mendapatkan keadilan, jelasnya Republik Timur. Kesaksiannya di pengadilan, yang diperkirakan akan terjadi pada hari Jumat, menjanjikan akan sangat intens. Mantan ahli anestesi tidak bertanggung jawab atas operasi anak tersebut, namun dialah yang pertama kali melakukan intervensi untuk menghidupkannya kembali.
Mantan ahli anestesi itu tampaknya bebas dan menghadapi hukuman penjara seumur hidup. Keputusan tersebut diharapkan keluar pada 19 Desember.
>> Baca artikel oleh Republik Timur.











