Mungkin terlalu dini untuk menarik kesimpulan pasti, namun keputusan Hansi Flick untuk menurunkan Lamine Yamal sebagai gelandang serang melawan Real Betis bisa menjadi salah satu momen taktis paling krusial di musim Barcelona.
Apakah ini merupakan penyesuaian taktis yang hanya dilakukan sekali saja atau tanda pertama dari pengembangan posisi jangka panjang masih harus dilihat.
Yang jelas, Flick sudah berani mengubah peran bintang muda paling menarik di Barca.
Penggemar sangat bersemangat
Lamine Yamal di tempat ke-10
Hujan Messi 🥹❤️— ZayNab✨ 🇮🇩 (@EmeraldZee1) 6 Desember 2025
Sejauh ini, Lamine Yamal telah membangun reputasinya sebagai pemain sayap kanan berkaki kiri yang mampu mengembangkan pertahanan dengan kecepatan, bakat, dan keterampilan satu lawan satu yang melampaui usianya.
Di usianya yang baru 18 tahun, ia sudah menjadi acuan serangan Barcelona. Memindahkannya ke area yang lebih sentral mewakili perubahan yang signifikan, tidak hanya secara taktik tetapi juga cara klub membayangkan perkembangan jangka panjangnya.
Komunikasi antara Yamal dan Ronny terjadi secara telepati. Rasanya mereka sudah bermain bersama selama bertahun-tahun.
Yamal bagus hari ini di posisi 10 dan saya pikir ini bukan kali terakhir kita melihatnya di sana.— Masalah Sepak Bola (@footbolmatter10) 6 Desember 2025
Yang krusial adalah Flick tidak sepenuhnya mencopot Yamal dari sayap. Sebaliknya, dia mulai memindahkannya ke zona tengah, mendekatkannya ke gawang sambil mengurangi beberapa tugas bertahannya.
Di sayap, pemain sayap terus-menerus dipaksa mundur seiring dengan kemajuan bek sayap.
Yamal tampil sensasional di posisi ke-10. Kita bisa mengakhiri musim dengan Raphinha di LW, Yamal di 10 dan Roony Bardghji di RW
— Anabella💙❤️ (@AnabellaMarvy) 6 Desember 2025
Di area tengah, Yamal bisa menghemat energi, menerima bola di posisi yang lebih berbahaya, dan mempengaruhi permainan dengan lebih konsisten di sepertiga akhir.
Perubahan ini belum bersifat final. Barcelona sudah memiliki gelandang serang alami dalam diri Dani Olmo dan Fermin Lopez, keduanya bermain di level yang sangat tinggi.
Yamal, yang beroperasi sebagai sepuluh, bisa menjadi penemuan taktis paling penting sepanjang masa (setelah sembilan palsu Messi).
Bagaimana cara menandai angka dengan 10?
RIVAL SUDAH DIMASAK😂
– carrington (@carringtonfcb) 6 Desember 2025
Berdasarkan kinerja saja, akan sulit untuk menggantikan salah satu dari keduanya. Meski demikian, pemikiran Flick nampaknya lebih komprehensif.
Dia tidak ingin segera mengganti siapa pun. Dia memperluas kotak peralatan taktis tim, dan itu saja merupakan keuntungan besar bagi tim yang bersaing di berbagai bidang.











