Antara kampanye sekuler yang menyasar mereka dan serangan Islamofobia secara terbuka, Muslim Prancis, baik yang menjalankan ibadah atau tidak, adalah kambing hitam baru di zaman kita. Profesor di Institut Universitas Eropa di Florence, Olivier Roy, membantah tuduhan ‘separatisme’ dan ‘entriisme’, dan menunjukkan bahwa adalah mungkin untuk sepenuhnya beragama dan menjadi warga negara Republik sepenuhnya.
Dalam perdebatan publik, istilah ‘re-Islamisasi’ menempati tempat penting dan memberikan gambaran tentang bahayanya umat Islam, namun apakah fenomena ini nyata?
Olivier Roy
Filsuf, ilmuwan politik dan spesialis agama
Berbicara tentang re-Islamisasi berarti membayangkan bahwa Islamisasi akan hilang suatu saat nanti, dan itu adalah omong kosong. Islam memperoleh pijakan di Perancis pada tahun 1960-an sebagai akibat dari imigrasi massal, pada saat dekristianisasi sedang berlangsung, dan Islam tidak pernah berhenti ada di sana. Saat ini, Islam adalah agama yang paling terlihat, karena Perancis telah melakukan dekristenisasi secara signifikan dalam empat puluh tahun. Akibat imigrasi, agama tidak lagi dipraktikkan dalam konteks bukti sehari-hari. …











