DPE (Diagnosis Kinerja Energi) mengevaluasi konsumsi energi rumah dan emisi gas rumah kaca.
Ini mengklasifikasikan rumah dari A (sangat hemat energi) hingga G (penyaring termal). Ini telah diwajibkan untuk setiap penjualan atau penyewaan sejak tahun 2006.
Dan berdampak signifikan terhadap harga jual rumah dan apartemen tua. Semakin tinggi suatu rumah diklasifikasikan dalam DPE, semakin banyak pula harga jualnya.
Selain itu, sejak 1 dilarang menyewakan properti dengan klasifikasi G di DPEeh Januari 2025. Yang berklasifikasi F tidak diperbolehkan lagi menyewa mulai tahun 2028. Dan yang berklasifikasi E mulai tahun 2034.
Hal ini menunjukkan pentingnya alat evaluasi ini.
Apa yang berubah sejak 1eh Januari 2026
Hingga tahun 2021, penghitungan DPE memperhitungkan konsumsi riil perumahan (untuk rumah yang dibangun sebelum tahun 1949). Sejak itu, konsumsi pemanasan aktual hanya diperhitungkan di perumahan profesional.
Sejak 1eh Porsi listrik dalam penghitungan tersebut akan dikurangi pada Januari 2026. Hal ini mengingat listrik yang dipasok di Prancis sangat bebas karbon. Oleh karena itu, kontribusinya terhadap emisi gas rumah kaca sangat kecil.
Hasilnya: rumah yang dipanaskan dengan listrik dikenakan sanksi yang lebih ringan dibandingkan sebelumnya. Hampir 850.000 dari mereka, yang diklasifikasikan F atau G, mengalami peningkatan nilai DPE tanpa perlu melakukan pekerjaan apa pun.
Beberapa bahkan berada di luar kategori ‘saringan termal’.
Konsekuensi dari relaksasi ini
Pelonggaran DPE untuk rumah berpemanas listrik memiliki dua konsekuensi penting:
- Rumah-rumah tertentu yang sangat boros energi mungkin tidak lagi disewakan (setidaknya hingga awal tahun 2028), karena rumah tersebut berpindah dari kelas G ke kelas F.
- Rumah yang diklasifikasikan lebih baik dalam DPE menawarkan kemungkinan pembiayaan yang lebih mudah oleh bank, sehingga meminta kontribusi yang lebih rendah dari pembeli.
Apa yang tidak berubah
Namun berhati-hatilah: mengubah kelas DPE tidak mengubah biaya listrik di rumah. Itu tidak mengubah saringan termal menjadi wadah hemat energi.
Terlepas dari segalanya, pekerjaan renovasi energi tetap penting untuk mengurangi tagihan pemanas (isolasi, kaca ganda, perubahan metode pemanasan, dll.).











