Home Sports Mengapa Senegal Dicopot Gelar AFCON dan Mengapa Kekacauan di Maroko Belum Berakhir...

Mengapa Senegal Dicopot Gelar AFCON dan Mengapa Kekacauan di Maroko Belum Berakhir | Sepak Bola | olahraga

10
0


Dalam keputusan bersejarah dan kontroversial, Konfederasi Sepak Bola Afrika (Dewan Banding CAF) secara resmi mencabut gelar Piala Afrika (AFCON) Senegal pada Selasa malam. Tapi kenapa? Express Sport menjelaskan dramanya…

  • Keputusan: Komite banding CAF membatalkan skor akhir asli dan menyatakan Senegal kalah dalam pertandingan tersebut. Keputusan ini menyusul keberhasilan banding Federasi Sepak Bola Maroko (FRMF) terhadap keputusan awal komite disiplin.

  • Alasannya: Selama final pada 18 Januari, para pemain Senegal meninggalkan lapangan selama sekitar 15 menit untuk memprotes penalti yang dikenakan VAR terhadap Maroko pada menit kedelapan waktu tambahan babak kedua. CAF memutuskan bahwa perilaku ini merupakan pelanggaran Pasal 84 peraturan turnamen mengenai pengabaian dan penyitaan permainan.

  • Efeknya: Maroko kemudian dinobatkan sebagai juara AFCON 2025. Kemenangan asli 1-0 untuk Senegal, yang dicapai setelah perpanjangan waktu, dihapus dan diganti dengan skor administratif resmi 3-0 untuk keunggulan Maroko.

  • Apa yang telah terjadi? Pemogokan terjadi setelah pemain Maroko Brahim Diaz mendapat hadiah penalti di menit-menit akhir. Meskipun para pemain akhirnya kembali dan penalti gagal, CAF menyimpulkan bahwa meninggalkan lapangan merupakan kerugian, terlepas dari akhir pertandingan secara fisik dan pemberian trofi kepada Senegal.

  • Keputusan CAF lebih lanjut: Dewan juga membahas insiden lain dari akhir yang kacau itu. Keputusan ini mengurangi larangan bermain bagi pemain Maroko Ismael Saibari, mengurangi denda terhadap FRMF atas insiden yang melibatkan anak bola dan laser, namun menegaskan denda $100.000 karena mengganggu area tinjauan VAR.

  • Mengapa kekacauan ini belum berakhir: Ini adalah langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah sepak bola Afrika dan menandai pertama kalinya gelar besar kontinental dicabut dan diberikan kembali beberapa bulan setelah trofi tersebut diserahkan. Keputusan tersebut bersifat final di CAF, meskipun Senegal masih dapat mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Internasional untuk Olahraga (CAS), yang di masa depan dapat memastikan bahwa tim tersebut kembali diakui sebagai juara.



Source link