Cesc Fabregas menjadi salah satu pelatih yang paling banyak dibicarakan di sepakbola Eropa.
Mantan gelandang Barcelona yang mengakhiri karirnya di Como pada tahun 2023 ini mengambil alih manajemen tim utama sebagai asisten di tahun yang sama dan kemudian naik menjadi pelatih kepala untuk musim 2024/25.
Pada musim pertama mereka di Serie A, Fabregas membawa Como ke posisi kesepuluh, dengan timnya memainkan sepak bola yang menarik dan menarik.
Segalanya tampak lebih baik bagi Como musim ini karena mereka duduk di urutan kelima dalam tabel setelah 13 pertandingan, hanya tertinggal empat poin dari pemimpin klasemen AC Milan.
Selama masa kepemimpinannya, Fabregas telah membantu talenta-talenta muda yang kemudian menjadi tokoh kunci dalam kompetisi ini. Mantan bintang Real Madrid Nico Paz adalah contohnya, sementara mantan pemain muda Barcelona Alex Valle juga merupakan pemain yang berkembang di bawah arahannya.
Hal ini menyebabkan Fabregas menarik minat dari beberapa klub terkenal di Italia dan seluruh Eropa.
Fabregas ingin melatih Barcelona atau Manchester City
Namun menurut El Corriere della Sera (h/t SPORT) Fabregas telah mengarahkan pandangannya untuk melatih Barcelona atau Manchester City di masa depan.
Surat kabar tersebut melaporkan bahwa dia hanya akan meninggalkan Como untuk mengambil alih manajemen salah satu dari dua klub tersebut, tempat Pep Guardiola, salah satu mentornya, menghabiskan sebagian besar karir kepelatihannya.
Musim debut Fabregas yang mengesankan menarik minat klub-klub besar seperti Bayer Leverkusen dan Inter Milan.
Raksasa Jerman memandang mantan gelandang Barcelona berusia 38 tahun itu sebagai pengganti ideal untuk Xabi Alonso, sementara raksasa Italia ingin dia memimpin proyek muda menyusul kesuksesan Simone Inzaghi sebagai pelatih.
Namun, pelatih asal Spanyol itu menolak kedua tawaran tersebut karena memilih melanjutkan di Como dan tidak ingin menangani klub Italia lain. Sebaliknya, ia bermimpi untuk mengambil alih Barcelona atau Manchester City di masa depan.
Fabregas telah bekerja dengan beberapa manajer legendaris sepanjang karirnya seperti Arsene Wenger, Pep Guardiola dan Jose Mourinho.
Mantan gelandang Barcelona, yang tim Como-nya bermain melawan tim Catalan di Piala Joan Gamper di musim panas, kini ingin membangun warisannya sendiri dan mempertimbangkan untuk kembali ke rumah sebagai pelatih di masa depan.











