Lucas Moura dirawat di lapangan (Gambar: Globo Esporte)
Ikon Tottenham Lucas Moura dilarikan ke rumah sakit setelah menderita cedera serius yang membuatnya kesulitan bernapas. Moura, 33, menderita pukulan di wajah dan tulang rusuk saat Sao Paulo kalah 1-0 dari Atlético Mineiro pada hari Rabu. Pemain Brasil itu awalnya berada di bangku cadangan tetapi masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-60, namun hanya bermain selama 12 menit ketika gelandang Mineiro Tomas Cuello bertabrakan dengannya.
Selain mendapat pukulan di wajah akibat lutut Cuello, mantan striker Spurs itu juga mengalami dua patah tulang rusuk, demikian konfirmasi Sao Paulo. Moura kesulitan bernapas dan harus ditandu karena digantikan oleh Gonzalo Tapia. Sao Paulo melaporkan bahwa pemain berusia 33 tahun itu sedang menjalani pemeriksaan di sebuah rumah sakit di Belo Horizonte.
Pernyataan dari klub mengatakan: “Setelah mengalami trauma selama pertandingan Rabu ini melawan Atlético Mineiro, gelandang serang Lucas menjalani pemeriksaan pencitraan di Rumah Sakit Mater Dei di Belo Horizonte dan didiagnosis mengalami patah tulang pada dua tulang rusuk.”
“Atlet tersebut sedang diperiksa di rumah sakit dan menunggu persetujuan untuk kembali ke ibu kota Sao Paulo dan melanjutkan perawatan di Sao Paulo.”
Moura memainkan peran penting dalam awal musim yang mengesankan di Sao Paulo ketika tim asuhan Roger Machado memasuki pertandingan hari Rabu tanpa terkalahkan dalam enam pertandingan terakhir mereka. Namun, mereka melewatkan kesempatan untuk menyalip Palmeiras di puncak klasemen, yang kini memiliki rekor serupa.
Moura pindah ke Sao Paulo ketika meninggalkan Tottenham pada musim panas 2023 setelah kontraknya habis. Mantan pemain Paris Saint-Germain ini menghabiskan lima tahun di London utara dan mengamankan status pahlawan kultusnya dengan hat-trick mengesankan melawan Ajax di semifinal Liga Champions 2019.

Lucas Moura mengalami patah tulang rusuk dalam insiden tersebut (Gambar: Globo Esporte)

Lucas Moura terbaring di atas tandu dari lapangan (Gambar: Getty Images)
Moura mencetak gol kemenangan dramatis pada menit ke-96 di Amsterdam untuk menyamakan kedudukan melalui gol tandang setelah Spurs menderita kekalahan 1-0 di leg pertama. Di final tahun ini mereka menghadapi Liverpool dan kalah 2-0.
Sebelum meninggalkan Tottenham, Moura berkata: “Saya tidak ingin memikirkan hari terakhir saya di sini tapi saya merasa sudah memberikan segalanya. Saya hanya bisa mengatakan satu kata tentang ini: ini ‘istimewa’.”
“Lima tahun bersamamu, aku tak punya kata-kata untuk mengucapkan terima kasih atas dukungannya, atas kasih sayang… Aku hanya perlu mengucapkan terima kasih. Aku akan menyimpanmu di hatiku selamanya. Aku cinta Spurs, itu adalah petualangan hebat bermain untukmu dan kamu bisa yakin bahwa setiap kali aku berada di lapangan, aku berusaha membuatmu bahagia.”
“Saya melakukan yang terbaik, saya memberikan 100 persen setiap waktu, untuk menunjukkan semangat saya, betapa saya mencintai Spurs, betapa saya suka bermain sepak bola dan sangat menyenangkan bermain untuk Anda. Terima kasih banyak. Saya akan terus mendukung Anda. Saya akan tetap di Spurs selamanya…”
“Lima tahun bersamamu, aku tak punya kata-kata untuk mengucapkan terima kasih atas dukungannya, atas kasih sayang… Aku hanya perlu mengucapkan terima kasih. Aku akan menyimpanmu di hatiku selamanya. Aku cinta Spurs, itu adalah petualangan hebat bermain untukmu dan kamu bisa yakin bahwa setiap kali aku berada di lapangan, aku berusaha membuatmu bahagia.”
“Saya melakukan yang terbaik, saya memberikan 100 persen setiap waktu, untuk menunjukkan semangat saya, betapa saya mencintai Spurs, betapa saya suka bermain sepak bola dan sangat menyenangkan bermain untuk Anda. Terima kasih banyak. Saya akan terus mendukung Anda. Saya akan tetap di Spurs selamanya…”








