Home Politic Laporan strategis untuk masa depan logistik perkotaan

Laporan strategis untuk masa depan logistik perkotaan

11
0


Laporan ‘Logistik Perkotaan Berkelanjutan 2025’, yang disampaikan oleh Anne-Marie Idrac dan Anne-Marie Jean kepada para menteri yang bertanggung jawab atas UKM dan Transportasi, memberikan analisis mendalam tentang tantangan logistik perkotaan saat ini. Laporan ini menyoroti tantangan-tantangan yang perlu diatasi dan menguraikan peta jalan baru yang bertujuan menjadikan logistik perkotaan sebagai pilar penuh kebijakan teritorial.

“Logistik yang efisien adalah jaminan daya saing bagi seluruh aktivitas ekonomi di suatu wilayah. Pekerjaan kami menunjukkan perlunya mengandalkan konstruksi bersama antara aktor publik dan pelaku ekonomi. Sekarang tinggal mendapatkan kembali kendali, beralih dari fase peningkatan ke fase komitmen dan keberlanjutan dari tindakan yang diambil,” kata Anne-Marie Idrac.

Kemajuan luar biasa yang perlu dikonsolidasikan

Lima tahun setelah laporan referensi pertama, kemajuan signifikan telah dicapai, terutama di bidang transisi ekologis armada, pengembangan solusi multimoda, evolusi hubungan antara pelaku rantai pasokan, dan pertumbuhan sikologi. Namun, transformasi positif ini masih rapuh dan perlu diperkuat agar dapat sepenuhnya memenuhi kebutuhan wilayah tersebut.

“Kami hanya bisa bersukacita atas konvergensi posisi ini,” kata Jean-Thomas Schmitt, Presiden TLF Union, menanggapi pengajuan laporan ini. Transportasi dan logistik tersebar di setiap wilayah kami. Tanpa mereka, kebijakan daerah tidak akan berhasil. Inilah saatnya beralih dari logika defensif ke visi strategis bersama. »

Dinamika penataan baru

Untuk memperluas dan memperkuat dinamika ini, laporan ini merumuskan lima belas rekomendasi yang disusun seputar bidang-bidang utama transformasi yang berkaitan dengan tata kelola, peningkatan keterampilan, pengetahuan tentang arus dan kebutuhan, serta permasalahan pertanahan dan implementasi operasional solusi di lapangan.

Tindakan yang diambil dalam jangka pendek

Untuk memberikan dorongan nyata pada strategi ini, berbagai proyek akan segera dimulai. Secara khusus, Negara sedang melakukan upaya untuk menyusun tata kelola nasional logistik perkotaan, menyatukan masyarakat dan pelaku ekonomi, dengan tujuan untuk menentukan kerangka kerja yang jelas pada tahun 2026. Pada saat yang sama, metodologi yang ditujukan bagi masyarakat akan dikembangkan untuk mengidentifikasi lahan logistik yang ada dengan lebih baik, mengantisipasi perkembangan di masa depan dan mengintegrasikan isu-isu ini ke dalam perencanaan kota. Penggunaan alat DiaLog, yang memungkinkan digitalisasi dan harmonisasi peraturan lalu lintas, juga akan diintensifkan di seluruh wilayah.

Sebuah strategi yang disesuaikan dengan Perancis pada tahun 2030

Kebijakan logistik perkotaan yang berkelanjutan sejalan dengan program nasional Perancis tahun 2030 ‘Logistik 4.0’, yang diluncurkan pada tahun 2025. Proyek-proyek yang didukung dalam kerangka ini bertujuan untuk mempercepat digitalisasi, dekarbonisasi dan ketahanan rantai logistik, sekaligus mendorong munculnya solusi yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan pelaku ekonomi lokal.

Terakhir, pemerintah berupaya memperkuat keterbacaan dan keberlanjutan pembiayaan yang dibelanjakan untuk logistik perkotaan setelah tahun 2026, khususnya mobilisasi sertifikat penghematan energi. Orientasi ini, serta kemajuan sektor ini dalam transisi ekologi, daya saing dan inovasi, akan dibagikan dalam Komite Logistik Antar Kementerian yang dijadwalkan pada musim semi 2026.

Ini mungkin (juga) menarik minat Anda

Sara Attal
Artikel terbaru dari Sarah Attal (lihat semua)



Source link