Menurut laporan dari SPORT, terungkap bahwa AS Monaco memiliki opsi pembelian senilai €11 juta untuk striker pinjaman Barcelona Ansu Fati, angka yang kini terlihat seperti tawaran potensial mengingat kembalinya sang striker ke performa terbaiknya.
Khususnya, perjanjian antara kedua klub juga mencakup klausul penjualan untuk Barcelona, yang memastikan tim Catalan mempertahankan bagian dari transfer di masa depan.
Namun, jika Monaco mengaktifkan klausul tersebut di waktu yang tepat, maka bisa meraup untung signifikan.
Setelah bertahun-tahun didera masalah cedera dan inkonsistensi, Ansu Fati tampaknya akhirnya menemukan kembali versi terbaiknya di Ligue 1.
Pemain berusia 22 tahun itu mencatatkan awal yang cemerlang di Monaco, mencetak enam gol hanya dalam lima pertandingan.
Minat terhadap Ansu semakin meningkat
Sebelum bergabung dengan Monaco dengan status pinjaman, Ansu memperpanjang kontraknya dengan Barcelona hingga 2028, yang memberinya peluang Blaugrana beberapa leverage jika terjadi penjualan di masa depan.
Namun, dengan klausul pembelian yang ditetapkan hanya €11 juta, ada kekhawatiran yang berkembang di dalam klub bahwa mereka mungkin meremehkan salah satu talenta terhebat La Masia.
Diberitakan sebelumnya, penampilannya sudah menarik perhatian klub-klub Liga Inggris, termasuk Everton, yang terus memantau situasinya.
Jika performanya terus berlanjut, biaya transfer sebesar €11 juta akan terlihat lebih kecil dibandingkan potensi nilai pasarnya pada akhir musim.
Posisi Barcelona dan rencana Monaco
Ada konsensus di Barcelona bahwa kembalinya Ansu tidak mungkin terjadi dan klub yakin kepindahan permanen ke Monaco adalah hasil yang paling mungkin terjadi.
Sementara itu, klub Prancis ingin meluangkan waktu sebelum mengambil keputusan akhir dan fokus membantu sang pemain sayap menjaga kebugaran fisik dan konsistensinya sepanjang musim.
Jika keadaan terus seperti ini, Monaco diperkirakan akan mengaktifkan klausul tersebut menjelang akhir musim.
Bagi Barcelona, ini akan menjadi akhir dari babak pahit dan hilangnya bintang lokal yang akhirnya menemukan ritme permainannya, meski jauh dari Catalonia.











