Home Sports Kombinasi pertahanan Barcelona – Sebuah kelemahan bagi Hansi Flick musim ini

Kombinasi pertahanan Barcelona – Sebuah kelemahan bagi Hansi Flick musim ini

8
0


Musim Barcelona telah mencapai tahap kritis setelah dua kekalahan beruntun yang melemahkan semangat hanya dalam lima hari.

Pasukan Hansi Flick menderita kekalahan telak 4-0 dari Atlético Madrid di semifinal Copa del Rey, diikuti tak lama kemudian dengan kekalahan menyakitkan 2-1 dari Girona asuhan Michel di La Liga.

Selain kesalahan serius wasit yang merusak pertandingan melawan Girona, kemunduran ini jelas menunjukkan bahwa tim tidak memiliki sistem pertahanan yang dapat diandalkan, terutama ketika menyangkut lini depan mereka yang rentan.

Perjuangan Flick untuk menemukan kombinasi yang tepat

Seperti dilansir oleh Sukan MundoPelatih Hansi Flick telah mati-matian mencoba setiap opsi untuk menstabilkan pertahanan, seringkali melakukan perubahan taktis dan teknis tanpa menemukan solusi yang pasti.

Dalam 38 pertandingan resmi musim ini, Flick telah menggunakan 16 formasi pertahanan berbeda yang menakjubkan. Menariknya, ia menggunakan formasi yang sama sebanyak sebelas kali tanpa pernah mengulanginya secara berturut-turut.

Di tengah rotasi yang padat tersebut, kombinasi Jules Kounde, Pau Cubarsi dan Eric Garcia serta Alejandro Balde muncul sebagai lini pertahanan yang paling sering diturunkan.

Flick kesulitan menemukan kombinasi yang tepat musim ini. (Foto oleh Juan Manuel Serrano Arce/Getty Images)

Kuartet khusus ini memulai bersama dua belas kali di semua kompetisi, termasuk delapan penampilan di liga.

Namun terlepas dari tingkat penggunaan ini, Cubarsi tetap menjadi bek tengah pilihan di skuad bersama Gerard Martin.

Ketidakstabilan pertahanan yang sangat besar ini memaksa Flick melakukan beberapa pengorbanan posisi, menggunakan empat bek kanan berbeda sepanjang musim.

Kounde dan Garcia adalah opsi paling umum di sayap kanan, sementara Marc Casado dan Joao Cancelo juga sesekali tampil.

Alhasil, bek tengah alami seperti Garcia diubah seluruhnya menjadi gelandang dan bek sayap, bahkan Cancelo terpaksa bermain sebagai bek kiri untuk mengisi kekosongan struktural.



Source link