Amerika Serikat mengumumkan penutupan sementara kantor badan anti-narkobanya, Drug Enforcement Administration (DEA), di Republik Dominika, menyusul dugaan korupsi yang melibatkan salah satu pejabatnya. Keputusan tersebut, yang diumumkan oleh Kedutaan Besar AS di Santo Domingo, merupakan bagian dari penyelidikan internal yang dilakukan oleh otoritas federal AS.

Menurut informasi yang tersedia, seorang penyelia DEA ditangkap sebagai bagian dari penyelidikan atas kemungkinan penyalahgunaan jabatan, termasuk penyalahgunaan program visa AS untuk informan rahasia. Investigasi dipimpin oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri, dengan dukungan dari lembaga federal lainnya. Perselingkuhan tersebut diungkapkan oleh Associated Press, mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut.
Pihak berwenang AS telah menekankan bahwa penutupan ini bertujuan untuk menjaga integritas institusi dan memastikan transparansi dalam memerangi perdagangan narkoba. Mereka menekankan bahwa korupsi, baik yang nyata maupun yang dicurigai, tidak dapat ditoleransi dalam pelayanan mereka, terutama dalam misi yang sensitif seperti kerja sama keamanan internasional.
Di pihak Dominika, pemerintah ingin memperjelas bahwa masalah ini hanyalah penyelidikan internal AS dan tidak melibatkan pejabat lokal mana pun. Pihak berwenang Santo Domingo telah menegaskan kembali kerja sama mereka yang berkelanjutan dengan Washington dalam memerangi perdagangan narkoba.
Barang serupa












