Home Sports Joan Laporta memimpin perlombaan untuk menjadi presiden Barcelona berikutnya – lapor

Joan Laporta memimpin perlombaan untuk menjadi presiden Barcelona berikutnya – lapor

63
0


Saat Barcelona semakin dekat dengan pemilihan presiden baru, Joan Laporta sekali lagi menjadi favorit untuk mempertahankan posisinya, lapor Diario SPORT.

Laporta bermaksud untuk mencalonkan diri untuk masa jabatan lima tahun lagi setelah apa yang dia gambarkan sebagai salah satu periode paling menantang dalam sejarah klub.

Setelah menjabat pada saat terjadi gejolak keuangan yang parah, ia bertekad untuk melanjutkan proses pembangunan kembali, mulai dari memulihkan stabilitas ekonomi hingga mengawasi pembangunan kembali Spotify Camp Nou.

Laporta diperkirakan akan mempertahankan sebagian besar tim manajemennya saat ini, meski beberapa perubahan akan dilakukan menyusul kepergian tokoh kunci seperti Eduard Romeu dan Juli Guiu.

Ada juga dugaan bahwa beberapa wajah yang dikenal dari pemerintahan sebelumnya dapat kembali untuk memperkuat kubunya.

Siapa lawannya?

Namun, jalan menuju masa jabatan berikutnya bukannya tanpa persaingan. Victor Font, yang menempati posisi kedua dalam pemilu 2021 dengan proyeknya “Sí al Futur”, tetap hadir secara konstan di kancah sepak bola Catalan.

Laporta akan menghadapi persaingan ketat dalam pemilihan presiden mendatang di Barcelona. (Foto oleh Linnea Rheborg/Getty Images)

Font yang sudah lama mengkritik pemerintahan saat ini, terus menganjurkan model pemerintahan yang modern dan transparan, didukung oleh nama-nama terkemuka seperti mantan Presiden Komite Ekonomi Jaume Guardiola.

Penantang lain yang muncul adalah Joan Camprubi, pemimpin kelompok “Som un Clam,” yang menyerukan lebih banyak profesionalisme dan transparansi dalam manajemen klub.

Berasal dari keluarga dengan warisan kepresidenan yang kaya, Camprubi dikelilingi oleh orang-orang seperti Jordi Roche dan Marta Pascual.

Mantan anggota dewan Xavi Vilajoana juga meluncurkan kampanye konsultasi yang disebut “Veus del Barça” (“Suara Barca”) untuk menghubungkan kembali pengambilan keputusan dengan para anggota.

Ekonom Marc Ciria, yang pernah menjadi sekutu Laporta, juga menarik perhatian karena menentang penjualan sebagian BLM, cabang komersial klub.



Source link