Setelah menang 4-0 atas Athletic Club pada hari Sabtu di Camp Nou yang legendaris, Barcelona menghadapi Chelsea dalam pertandingan penting Liga Champions di Stamford Bridge pada hari Selasa.
Ini akan menjadi pertandingan yang harus dimenangkan oleh tim Catalan, terutama setelah hasil imbang melawan Olympiacos yang membuat mereka kembali bersaing dalam perebutan delapan besar.
Namun, sejarah menunjukkan bahwa perjalanan ke London sepertinya tidak akan menyenangkan bagi klub Catalan tersebut.
Rekor buruk Barcelona di Stamford Bridge
Seperti yang dikatakan Mundo Deportivo, sejarah Barcelona di venue tersebut adalah salah satu kesuksesan yang terbatas.
Klub hanya memenangkan satu dari tujuh pertandingan Liga Champions di Stadion London.
Kemenangan ini diraih pada leg pertama babak 16 besar musim 2005/06, dimana Barcelona mengalahkan tim London itu dengan skor 2-1 lewat gol Samuel Eto’o dan gol bunuh diri John Terry.
Selain kemenangan tunggal ini, rekor tim di ibu kota Inggris adalah empat kali kalah dan dua kali seri. Meski mencatatkan rekor kemenangan yang buruk, Barcelona kerap tampil sebagai pemenang di laga knockout.
Hasil paling terkenal terjadi di semifinal Liga Champions 2008/09. Setelah bermain imbang 0-0 di leg pertama, Chelsea memimpin lebih awal di leg kedua melalui tendangan voli menakjubkan dari Michael Essien.
Pertandingan seolah kalah bagi Barcelona hingga Andres Iniesta menerima umpan Lionel Messi pada menit ke-93 dan melepaskan tembakan kencang dari tepi kotak penalti. Dengan skor akhir 1-1, Barcelona melaju ke final berkat gol tandang.
Rivalitas tersebut dimulai pada perempat final musim 1999/2000 ketika Chelsea mengalahkan Barcelona 3-1 di London sebelum Barcelona memenangkan pertandingan dengan kemenangan leg kedua 5-1.
Meskipun rekornya masih buruk, Barcelona telah lolos dalam empat dari enam pertandingan sistem gugur mereka melawan Chelsea, menunjukkan bahwa kutukan London sering kali memudar ketika peluit akhir dibunyikan.











