Home Politic Jajak pendapat di Paris: Emmanuel Grégoire dan Rachida Dati bersaing ketat menjelang...

Jajak pendapat di Paris: Emmanuel Grégoire dan Rachida Dati bersaing ketat menjelang putaran kedua pemilihan kota

5
0



Hanya selisih satu poin. Di Paris, perebutan balai kota sedang memasuki fase menentukan dimana setiap pemungutan suara dapat mengubah hasil pemilu. Menjelang putaran kedua pemilihan kota di Paris, ketidakpastian semakin meningkat. Menurut jajak pendapat yang dilakukan oleh Elabe, yang dilakukan untuk BFMTV, Le Figaro dan La Tribune Dimanche, bekerja sama dengan Berger-Levrault, kandidat Sosialis Emmanuel Grégoire mendapat 45,5% niat memilih, dibandingkan dengan 44,5% untuk saingannya Les Républicains, Rachida Dati. Keunggulannya hanya satu poin, kontras dengan keunggulan yang lebih nyaman yang dicatatkan kandidat di sebelah kiri pada putaran pertama. Dalam konfigurasi ini, kandidat pemberontak Sophia Chikirou, yang dipertahankan pada putaran kedua setelah kegagalan bergabung dengan United Left, akan mengumpulkan 10% suara.

Apa pilihan pemilih Pierre-Yves Bournazel?

Pengetatan ini sebagian besar disebabkan oleh penyesuaian politik di antara kedua putaran tersebut. Rachida Dati telah secara efektif mengkonsolidasikan basis elektoralnya dengan menggabungkan daftarnya dengan daftar Pierre-Yves Bournazel, meskipun terdapat ketegangan antara kedua kubu. Dia juga mendapatkan keuntungan dari mundurnya Sarah Knafo, yang para pemilihnya seharusnya berbondong-bondong mendukung pencalonannya. Menurut survei, 86% pemilih memilih kandidat Penaklukan Kembali! menyatakan kesediaannya untuk memilih Rachida Dati. Sedangkan bagi para pendukung Pierre-Yves Bournazel, laporan ini lebih bernuansa: 56% akan memilih kandidat sayap kanan, sementara 35% akan memilih Emmanuel Grégoire dan 8% akan abstain. Namun, kandidat Sosialis tetap memiliki sisa suara, terutama di antara pemilih Sophia Chikirou, 20% di antaranya berencana untuk memilihnya. Namun jumlah pemilih di negara ini masih sangat fluktuatif: 39% pemilih mungkin akan berubah pikiran mulai saat ini hingga pemilu nanti.

Dalam konteks ini, dinamika putaran kedua tampaknya jauh lebih tidak menentu dibandingkan putaran pertama. Jika Emmanuel Grégoire tetap memimpin, selisih yang lebih kecil dan perolehan suara yang mendukung Rachida Dati akan mengubah keadaan di pertandingan kandang.

Metodologi:

Survei ini dilakukan terhadap sampel 1.088 orang yang mewakili populasi Paris berusia 18 tahun ke atas, termasuk 1.000 orang yang masuk dalam daftar pemilih. Survei dilakukan secara online pada tanggal 17 hingga 19 Maret 2026 dengan menggunakan metode kuota (jenis kelamin, umur, pekerjaan, wilayah). Sekitar dua pertiga responden diwawancarai sebelum debat antar putaran, dan sepertiga setelahnya.



Source link