Rabu ini, Italia mengadopsi undang-undang dekrit yang menurunkan harga bahan bakar sebesar 0,25 euro per liter, untuk mengatasi kenaikan harga pompa bensin akibat perang di Timur Tengah.
Dukungan operator
Pemerintah juga telah memperkenalkan kredit pajak yang menguntungkan operator. Langkah ini sejalan dengan kenaikan biaya bahan bakar yang mereka tanggung, dengan tujuan menghindari dampak terhadap harga barang konsumsi.
Wakil Perdana Menteri dan Menteri Transportasi Matteo Salvini mengindikasikan bahwa bantuan tersebut bersifat signifikan namun bersifat sementara, tanpa menyebutkan durasinya secara spesifik. Keputusan ini juga mengatur pengurangan bea cukai secara signifikan, sehingga menyebabkan penurunan harga solar dan bensin.
Melawan spekulasi
Teks tersebut juga memperkenalkan mekanisme anti-spekulasi untuk memastikan bahwa harga yang dikenakan kepada konsumen benar-benar sejalan dengan perkembangan aktual harga minyak mentah internasional.
Konteks internasional
Negara-negara lain juga mengambil tindakan serupa. Serbia telah memutuskan untuk mengurangi pajak bahan bakar sebesar 20% untuk mengendalikan kenaikan harga. Jerman, pada bagiannya, berencana untuk memperkenalkan rancangan undang-undang yang bertujuan untuk memperkuat pengendalian harga dengan memaksa perusahaan-perusahaan minyak yang dicurigai melakukan pelanggaran untuk membuktikan bahwa mereka bertindak secara hukum.













