Pihak berwenang Lebanon khawatir akan intervensi Hizbullah, yang masih memiliki rudal, jika Israel terlibat dalam perang regional melawan Iran. “Jika terjadi serangan terbatas AS terhadap Iran, posisi Hizbullah adalah tidak melakukan intervensi secara militer,” kata pejabat tersebut, yang tidak mau disebutkan namanya karena sensitifnya informasi tersebut.
Jatuhnya rezim, “garis merah”
Namun jika tujuan Washington “adalah untuk menjatuhkan kekuasaan Iran atau menyerang pemimpin tertinggi, Hizbullah akan melakukan intervensi,” tambahnya. Pejabat tersebut menekankan bahwa setiap serangan terhadap Ayatollah Khamenei akan menjadi “garis merah.” Menurutnya, jika terjadi serangan terhadap kekuatan Iran, Israel “pasti akan melancarkan perang melawan Lebanon”, sedangkan perang terakhir antara Hizbullah dan Israel berakhir pada November 2024.
Presiden Iran Massoud Pezeshkian berbicara tentang “prospek yang menguntungkan” pada hari Rabu, menjelang pembicaraan baru di Jenewa dengan Amerika Serikat, khususnya mengenai program nuklir Iran. “Kami melanjutkan proses di bawah naungan Pemimpin Tertinggi untuk keluar dari situasi ‘bukan perang atau perdamaian’ ini,” tambahnya.











