Home Politic Ibunya dibunuh oleh polisi AS: “Perburuan migran ini sebagian besar didasarkan pada...

Ibunya dibunuh oleh polisi AS: “Perburuan migran ini sebagian besar didasarkan pada fitur wajah mereka”

55
0



Pertikaian berkecamuk mengenai makna yang diberikan pada gambar-gambar yang terungkap setelah tragedi tersebut. Apa yang bisa kami katakan secara pasti berdasarkan video yang beredar di media sosial?

Unsur-unsur yang terlihat dalam video tersebut membuat argumen Kristi Noem (Menteri Keamanan Dalam Negeri) dan Donald Trump yang menyerukan pembelaan diri menjadi sangat rentan. Saat ini, tidak ada bukti jelas bahwa petugas tersebut berada dalam bahaya. Yang terpenting, gambar-gambar tersebut menunjukkan intervensi yang sangat agresif, dalam konteks yang sudah sangat tegang.

Apakah akan ada konsekuensi hukumnya?

Itu mungkin. Ratusan orang berkumpul di Minneapolis untuk menuntut kepergian agen ICE, dan walikota (Demokrat) bersuara keras. Jadi sangat mungkin tindakan hukum akan diambil, baik di tingkat lokal atau di tingkat federal.

Mengapa ICE, polisi imigrasi, menimbulkan begitu banyak kontroversi?

Persoalan ini harus ditempatkan dalam konteks yang lebih luas. Sejak Januari 2025, dan bahkan lebih kejam lagi sejak bulan Juni, pemerintahan Trump telah secara dramatis memperketat kebijakan migrasi. Penggerebekan polisi imigrasi terjadi di banyak wilayah di negara ini.

Di beberapa negara bagian, seperti Texas, tindakan-tindakan ini sebagian besar didelegasikan kepada otoritas lokal, yang lebih menyukai kebijakan yang sangat represif. Di sisi lain, ketika ICE melakukan apa yang disebut penggerebekan “secara umum”, yaitu operasi besar-besaran di ruang publik, seringkali di kota-kota demokratis, hal ini langsung mempolitisasi tindakannya dan menciptakan konteks yang kondusif untuk tindakan yang berlebihan.

Apakah metode ini baru?

Untuk waktu yang lama, ICE melakukan intervensi terutama setelah penangkapan tradisional. Seseorang akan ditangkap oleh polisi setempat, dan jika ditemukan ilegal, ICE akan mengambil alih.

Saat ini hal tersebut tidak lagi terjadi. Petugas melakukan penggerebekan langsung di ruang publik: di jalan, di perusahaan, terkadang di dekat sekolah. Jenis operasi ini telah ada sebelumnya, namun belum pernah terjadi pada skala saat ini. Kejadian ini kemungkinan besar bisa dicegah jika ICE tidak bertindak brutal seperti itu.

Mengapa Donald Trump mencoba menggeneralisasi praktik-praktik ini?

Ada aspek simbolik yang sangat kuat. Pengerahan ICE dan Patroli Perbatasan menunjukkan gambaran kekuatan dan menyebarkan iklim ketakutan, seperti yang dirasakan secara politis.

Namun ada juga logika akuntansi murni. Donald Trump telah menetapkan tujuan untuk melakukan seribu penangkapan setiap hari. Pada bulan Juni, Wakil Kepala Staf Gedung Putih Stephen Miller meningkatkan jumlah ini menjadi 3.000 penangkapan setiap hari. Untuk mencapai tujuan tersebut Anda harus pergi ke mana pun, termasuk di ruang publik.

Masalahnya adalah perburuan migran ilegal ini sebagian besar didasarkan pada fitur wajah mereka, dan menargetkan orang kulit hitam atau Latin. Namun, banyak warga AS yang memenuhi kriteria ini, sehingga menyebabkan penangkapan sewenang-wenang sebelum dibebaskan.

Apakah fakta bahwa hal ini terjadi di Minneapolis mempunyai arti khusus?

Ya, Minneapolis adalah kota tempat George Floyd dibunuh oleh polisi pada tahun 2020. Ingatan kolektif tersebut masih sangat jelas, yang memperkuat muatan emosional dan politik dari peristiwa tersebut.

Bisakah kita mengharapkan gerakan protes serupa seperti yang terjadi pada tahun 2020?

Sulit untuk diprediksi karena ini merupakan dinamika yang tidak dapat diprediksi. Tapi itu bukan tidak mungkin. Konteks yang ada saat ini adalah kebijakan yang dipandang oleh banyak orang sebagai politik ketakutan, yang dapat memicu mobilisasi besar-besaran, terutama di kota-kota demokratis.

Apa strategi politik Donald Trump di balik peristiwa semacam ini, untuk menenangkan basis pemilih menjelang pemilu paruh waktu bulan November?

Kami sedang dalam kampanye pemilu permanen di Amerika Serikat. Segera setelah satu pemilu berakhir, pemilu berikutnya dimulai. Donald Trump menerapkan strategi saturasi, “membanjiri zona”: melipatgandakan peristiwa dan kontroversi untuk menempati ruang media.

Hal ini membantu memobilisasi Partai Demokrat, namun yang terpenting, Trump tahu bahwa ia mendapat dukungan kuat dari pihak Republik dalam masalah migrasi, termasuk metode paling keras yang diterapkan polisi imigrasi.

Bagaimana posisi Partai Demokrat terhadap ICE saat ini?

Dia menjadi semakin bermusuhan. Metode-metode tertentu telah dibahas pada awal tahun 2025, namun tidak ada lagi ketidakpastian sejak bulan Juni. Pendapat Partai Demokrat kini sebagian besar menentang praktik-praktik ini.

Hal ini juga berkaitan dengan isu kota suaka. Di tempat-tempat ini, walikota dan gubernur tidak mempunyai hak untuk menghalangi tindakan pasukan federal, namun mereka dapat menolak memberikan bantuan. Inilah prinsip kota suaka: bekerja sama tanpa hambatan.

Dapatkah kita mengatakan bahwa ICE telah menjadi satuan polisi yang sangat politis?

Ya, jelas. Kebijakan migrasi adalah salah satu topik yang paling menimbulkan polarisasi di Amerika Serikat saat ini. Terkait ICE dan metodenya, kesenjangan antara Partai Republik dan Demokrat dapat diterima sepenuhnya.



Source link