Setidaknya 192 demonstran tewas dalam gerakan protes selama dua minggu di Iran, kata sebuah kelompok hak asasi manusia, peningkatan tajam dari angka sebelumnya yaitu 51 kematian. “Sejak awal demonstrasi, Hak Asasi Manusia Iran telah mengkonfirmasi kematian sedikitnya 192 pengunjuk rasa,” LSM yang berbasis di Norwegia tersebut mengindikasikan, memperingatkan bahwa jumlah korban bisa jauh lebih tinggi karena penutupan internet selama beberapa hari membuat penghitungan menjadi sulit.
Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) yang berbasis di Amerika Serikat mengatakan pihaknya telah mengkonfirmasi kematian 116 orang, termasuk 37 anggota pasukan keamanan dan pejabat lainnya, sejak gerakan tersebut dimulai.











