Sejak awal Oktober, Haiti telah mengalami kebangkitan kembali penyakit kolera yang mengkhawatirkan, dengan Pétion-Ville sebagai pusat wabah ini. Pada tanggal 1 Oktober, 60 kasus telah dilaporkan, sepuluh di antaranya telah dikonfirmasi. Beberapa hari kemudian, Kementerian Kesehatan dan Kependudukan (MSPP) menghitung 112 kasus dugaan dan dua kematian, yang menegaskan betapa seriusnya situasi tersebut.

Ketidakamanan di lingkungan mempersulit respons kesehatan. Beberapa rumah sakit dijarah atau dibakar, dan banyak petugas kesehatan meninggalkan negara tersebut. Melemahnya sistem medis membuat perjuangan melawan epidemi ini menjadi semakin mendesak. Lingkungan Cité Soleil, Pétion-Ville, Delmas dan Port-au-Prince sekarang berada dalam siaga maksimum. Di Diègue, Pétion-Ville, tercatat tiga kematian dan 127 kasus. Secara total, wilayah metropolitan memiliki lebih dari 1.296 kasus: Cité Soleil (940), Pétion-Ville (429), Port-au-Prince (451) dan Delmas (279).
Menghadapi kebangkitan ini, MSPP menyusun rencana darurat pada hari-hari pertama bulan Oktober, menggabungkan kampanye kesadaran, distribusi air yang mengandung klor, dan pengerahan satuan tugas kesehatan. Doctors Without Borders telah membuka pusat pengobatan baru di Bristou, sementara Organisasi Kesehatan Pan Amerika (PAHO/WHO) memberikan dukungan logistik untuk melindungi populasi pengungsi.
Dr. Helman Ceneus mengingatkan bahwa kolera, yang pertama kali diumumkan di Haiti pada tahun 2010, masih merupakan penyakit endemik. Menurutnya, menghormati langkah-langkah kebersihan sangat penting untuk membatasi penyebaran. Penumpukan sampah yang diperparah oleh hujan dan kelalaian warga tertentu menjadi faktor yang memberatkan.
Perjuangan melawan kolera membutuhkan mobilisasi kolektif. MSPP, DINEPA dan mitranya menyerukan kepada masyarakat untuk menerapkan tindakan pencegahan, berpartisipasi dalam kampanye pencegahan dan melindungi komunitas yang paling rentan untuk mengakhiri krisis kesehatan yang sedang berlangsung ini.
Barang serupa












