Direktur Direktorat Imigrasi dan Emigrasi (DIE), Antoine Jean Simon Fénélon, dibebaskan setelah menghabiskan lebih dari empat hari di Direktorat Pusat Polisi Yudisial (DCPJ). Ia ditangkap bersama beberapa rekannya terkait kasus dugaan pembuatan dua paspor di luar prosedur hukum.

Menurut laporan DCPJ, tidak ada keterlibatan direktur yang teridentifikasi. Sebaliknya, dokumen tersebut menunjukkan adanya kejanggalan dalam penanganan kasus ini, khususnya intervensi polisi yang dianggap tergesa-gesa sebelum dilakukan penyelidikan menyeluruh.
Terlepas dari kasus Bapak Fénélon, kasus ini menimbulkan kekhawatiran mengenai fungsi lembaga-lembaga publik, terutama karena paspor tetap menjadi salah satu dokumen identitas terpenting di Haiti. Kritik pun bermunculan terkait pengelolaan berkas oleh pihak berwenang terkait.
Jika pembebasannya dipandang sebagai tanda penghormatan terhadap prosedur hukum, maka hal ini menghidupkan kembali perdebatan mengenai tanggung jawab dan keakuratan dalam kepolisian dan otoritas negara.
Barang serupa












