Home Sports Diego Costa berbicara tentang pertarungan brutal dengan legenda Barcelona: ‘Saya hanya bertahan...

Diego Costa berbicara tentang pertarungan brutal dengan legenda Barcelona: ‘Saya hanya bertahan melawan mereka’

6
0


Hanya sedikit striker di sepakbola modern yang tak kenal lelah seperti Diego Costa.

Selama tahun-tahun terbaiknya di Atlético Madrid di bawah asuhan Diego Simeone, ia menjadi salah satu striker paling ditakuti di La Liga.

Agresif, intens dan terus-menerus gugup, Costa membangun reputasinya dengan melelahkan para pemain bertahan baik secara fisik maupun mental.

Dia terus menekan, berjuang untuk setiap bola bebas dan tidak pernah berhenti bersaing.

Sepanjang karir profesionalnya, Costa menghadapi semua tipe bek yang bisa dibayangkan.

Para veteran, talenta baru, bek tengah yang luar biasa, dan teknisi yang cepat, dan dia menguji semuanya.

Namun di antara lawan terberat yang dihadapinya adalah dua ikon Barcelona, ​​yakni Carles Puyol dan Gerard Pique.

Merefleksikan pertempuran

Kemitraan defensif Puyol dan Pique mendefinisikan sebuah era di Barcelona.

Kedua produk La Masia tersebut menjadi tulang punggung lini pertahanan klub antara tahun 2008 hingga 2014.

Diego Costa adalah pemain yang sulit ditembus. (Foto oleh Gonzalo Arroyo Moreno/Getty Images)

Selama tahun-tahun ini, Barca mendominasi sepakbola Spanyol dan Eropa, terutama di bawah asuhan Pep Guardiola.

Costa berulang kali menghadapi mereka dalam duel penting antara Atlético Madrid dan Barcelona.

Merefleksikan konfrontasi ini, Costa berbagi kenangan yang mendalam dan lucu.

“Pique dan Puyol memukuli saya lalu meminta maaf dan saya berkata kepada mereka: ‘Jangan minta maaf, hina saja saya'” katanya ironis.

“Melawan Barca saya hanya bertahan, kami nyaris tidak menyentuh bola saat melawan mereka.” dia ingat.

Keunggulan Barca di era ini didukung oleh hasil. Dalam enam musim, Atletico berhasil mengalahkan Barcelona hanya dalam empat laga resmi.

Namun ada satu pengecualian yang tak terlupakan. Pada Mei 2014, Atletico bertandang ke Camp Nou hanya membutuhkan satu poin untuk mengamankan gelar La Liga.

Pada akhirnya, hasil imbang 1-1 sudah cukup untuk menobatkan kami sebagai juara.

Sumber: OLAHRAGA



Source link