Seorang tokoh agama yang digunakan oleh gerakan identitas untuk mengobarkan imajinasi tentang ‘peradaban yang terancam punah’ dan untuk mengecam dugaan invasi migrasi.
Dilindungi oleh pasukan polisi yang besar, sebagian besar pengunjuk rasa bertopeng, termasuk anggota kelompok kecil Paris Fierté, dan asosiasi Asla serta mantan anggota GUD, yang dibubarkan pada tahun 2024, meneriakkan slogan-slogan nasionalis dan identitas. Prosesi tersebut memicu reaksi keras dari warga sekitar dan orang yang lewat, bahkan ada yang menyanyikan ‘Bella Ciao’ sebagai tanda protes.
Sebagai tanggapan, demonstrasi tandingan anti-fasis diadakan di Place Jussieu. Para peserta mengecam pelemahan ujaran kebencian dan menegaskan kembali komitmen mereka terhadap ibu kota yang terbuka dan bersatu. Pada hari yang sama, Action Française juga melakukan unjuk rasa di Paris, yang menggambarkan kapasitas mobilisasi yang mengkhawatirkan dari berbagai komponen sayap kanan.
Menghadapi kelompok sayap kanan, jangan menyerah!
Selangkah demi selangkah, argumen demi argumen, kita harus melawan kelompok ekstrim kanan. Dan inilah yang kita lakukan setiap hari dalam kemanusiaan.
Menghadapi serangan yang tiada henti dari para rasis dan penjual kebencian: dukung kami! Mari kita bersama-sama menyuarakan pendapat yang berbeda dalam debat publik yang semakin memuakkan ini.
Saya ingin tahu lebih banyak.











