Secara harfiah berarti ‘pintu’ dalam bahasa Arab, ‘Biben’ membangkitkan batas-batas antara dunia intim dan dunia luar, yang terkadang kita buka untuk menyambut, yang juga kita tutup, untuk menarik diri, untuk meyakinkan diri kita sendiri. Mereka menjadi ruang kegembiraan, kelembutan namun juga konfrontasi bagi mereka yang melewatinya. Setelah ditutup, bagian dalamnya menjadi tidak dapat ditembus dan menjadi tempat yang sangat berbahaya.
Melalui duo ini, Hamid Ben Mahi mengeksplorasi keburukan hubungan romantis tertentu. Di lokasi syuting, tubuh Elsa Morineaux dan Frédéric Faula menceritakan kisah tentang pasangan yang dilintasi oleh gairah dan rasa sakit, kelembutan dan kebrutalan. Sebuah koreografi kemudian tercipta di mana gerak tubuh menjadi cerminan dari apa yang dialami di balik pintu tertutup: pengaruh, dominasi, keheningan yang dipaksakan, ketakutan yang menyerang dan menghancurkan. Sebuah kisah di mana mata rantai menjadi rantai yang sulit untuk dilepaskan.
Bagaimana kita bisa membebaskan diri dari siklus yang tak kenal lelah ini, yang menghancurkan kehidupan baru setiap hari? Bagaimana Anda bisa melewati pintu kurungan untuk menemukan kebebasan?
Biben terjun ke dalam bayang-bayang kekerasan dalam rumah tangga. Ini juga merupakan cara untuk membuka jalan lain di mana kebebasan dan keterikatan bersatu dalam puisi.
Bibin
Koreografi: Hamid Ben Mahi
Interpretasi: Elsa Morineaux dan Frédéric Faula
Musik: Manuel Wandji
Cahaya: Antoine AugerProduksi: Perusahaan Edisi Khusus
Dukungan untuk kreasi: Panggung Nasional Carré-Colonnes, Pusat Animasi Argonne Nansouty Saint-Genès
17 dan 18 Maret 2026
Podium Nasional Carré-Colonnes










