Mahkamah Agung Amerika Serikat telah membatalkan banyak bea masuk ‘timbal balik’ yang diberlakukan oleh Donald Trump pada bulan April 2025, dengan memutuskan bahwa bea masuk tersebut tidak dapat didasarkan pada undang-undang IEEPA. Menurut Pengadilan, pemerintah AS melampaui kewenangannya dengan menerapkan keadaan darurat ekonomi dan secara sepihak mengenakan biaya tambahan yang besar, yang merupakan kemunduran besar bagi Gedung Putih.
Dampak penting bagi sektor truk
Keputusan ini memiliki kepentingan strategis bagi sektor truk. Penghapusan bea masuk tersebut berkaitan dengan apa yang disebut tindakan ‘timbal balik’, namun bukan bea tambahan sektoral yang secara khusus ditujukan pada mobil, truk berat, baja atau aluminium. Dengan kata lain, produsen truk tetap tunduk pada bea masuk khusus untuk sektornya.
Namun, produsen truk dan importir yang membayar pungutan liar mungkin memenuhi syarat untuk mendapatkan pengembalian dana, yang mungkin termasuk dalam biaya senilai lebih dari $175 miliar yang dikumpulkan berdasarkan perkiraan Model Anggaran Penn-Wharton. Hal ini akan menimbulkan tantangan finansial yang besar bagi kelompok angkutan truk internasional, yang rantai pasokannya sangat terglobalisasi (suku cadang, mesin, baja, dll.).
Ketidakpastian dan dampak pasar
Perusahaan transportasi dan produsen kini menunggu untuk mengetahui apakah pengembalian dana benar-benar akan diberikan, dalam jangka waktu berapa dan sesuai dengan pengaturan administratif apa.
Di pasar keuangan, keputusan tersebut segera meyakinkan investor: di Wall Street, indeks utama AS menguat, begitu pula pasar Eropa, dengan CAC 40 melewati angka 8.500 poin untuk pertama kalinya.
Ini mungkin (juga) menarik minat Anda












