Di saat Barcelona menimbulkan kehebohan dengan memprotes kualitas wasit di La Liga, data menunjukkan bahwa klub tersebut memainkan permainan dikotomi dalam hal VAR.
Faktanya, Barcelona tampaknya menjadi klub yang paling terkena dampak VAR. Pada saat yang sama, mereka juga muncul sebagai penyumbang terbesar bagi sistem ini.
Permainan Ekstrim Barcelona dengan VAR
Seperti dilansir AS, hingga matchday 23 Blaugrana VAR menghentikan pertandingan liga mereka sebanyak 16 kali.
Frekuensi peninjauan yang tinggi ini menjadikan klub tersebut salah satu tim yang paling terkena dampak di La Liga, meski hasil akhir saat ini menunjukkan keseimbangan yang sepenuhnya seimbang.
Tim asuhan Hansi Flick telah mendapatkan manfaat dari delapan intervensi VAR sejauh ini, menjadikan mereka tim terpopuler kedua di liga setelah Mallorca.
Keputusan positif tersebut termasuk mengeluarkan tiga lawan berbeda dan mengizinkan Robert Lewandowski mencetak gol.
Selain itu, VAR telah memainkan peran penting akhir-akhir ini El Clasico dengan membatalkan penalti yang diberikan kepada Vinicius Jr. dan kemudian menganulir gol Kylian Mbappe.
Barcelona saat ini memiliki panggilan VAR terbanyak terhadap mereka di seluruh divisi, sama dengan Real Madrid.
Kemunduran ini termasuk gol yang dianulir dari Ferran Torres dan Fermin Lopez, serta kebobolan tiga penalti karena handball dari Alejandro Balde, Ronald Araujo dan Eric Garcia.
Meskipun klub-klub seperti Sevilla juga mempunyai jumlah intervensi yang tinggi, klub-klub lain seperti Real Madrid dan Atlético Madrid memiliki rating keseluruhan yang jauh lebih sedikit.
Penggabungan teknologi yang terus menerus ke dalam permainan Barcelona menjelaskan protes terkuat yang baru-baru ini diajukan oleh manajemen klub.











