Home Politic Banding Roland Lescure setelah penurunan peringkat Prancis

Banding Roland Lescure setelah penurunan peringkat Prancis

55
0



Penurunan peringkat Perancis yang dilakukan S&P pada hari Jumat adalah “seruan untuk kejelasan dan tanggung jawab” dan “untuk meyakinkan lembaga pemeringkat” kita harus melakukan pemungutan suara mengenai anggaran,” kata Menteri Ekonomi Roland Lescure pada hari Sabtu. “Keputusan untuk mengubah peringkat Perancis dari A menjadi A+ adalah yang ketiga dalam satu tahun. Tiga lembaga pemeringkat (Fitch, Moody’s dan S&P, catatan editor) telah menurunkan peringkat Prancis,” Roland Lescure menggarisbawahi Franceinfo.

“Kita tidak bisa mengabaikan awan ini. Ini sebenarnya adalah awan tambahan yang menambah prakiraan cuaca yang sudah agak abu-abu. Ini adalah seruan untuk kejelasan dan tanggung jawab,” katanya. Pada Jumat malam, dengan keputusan yang diharapkan pada akhir bulan November, salah satu lembaga pemeringkat terbesar, S&P Global Ratings, mengumumkan pihaknya menurunkan peringkat Perancis sebanyak satu tingkat menjadi A+, dengan alasan ketidakpastian “tinggi” atas keuangan publik meskipun ada presentasi anggaran tahun 2026.

“Ini akan membutuhkan usaha”

“Untuk meyakinkan mereka bahwa perkiraan kami benar, kami harus melakukan pemungutan suara mengenai anggaran kami,” kata Roland Lescure. “Ada perdebatan di parlemen, saya tidak akan maju sampai saya memainkannya,” tambahnya. “Itu benar-benar terserah kita, dan ketika saya mengatakannya, pemerintah dan parlemenlah yang harus meyakinkan para pengamat, lembaga pemeringkat, dan pasar keuangan,” katanya.

“Rancangan APBN 2026 sudah kami ajukan Selasa lalu. Proyek ini bertujuan untuk mempercepat pengurangan defisit pemerintah menjadi 4,7% PDB (produk domestik bruto), tahun ini kita berada di 5,4%.(…) tapi anggaran ini harus di-vote,” tegasnya. “Itu elemen yang sangat penting, sangat penting, karena 4,7% tahun depan itu langkah awal. Target absolutnya di bawah 3% PDB pada 2029, ini akan membuat kita bisa menstabilkan utang. Jadi memang perlu upaya,” ujarnya.

“Meskipun rancangan anggaran tahun 2026 telah dipresentasikan minggu ini, ketidakpastian mengenai keuangan publik Prancis masih tinggi,” kata badan S&P pada Jumat malam. Menurut S&P, jika “target umum defisit pemerintah sebesar 5,4% PDB pada tahun 2025 tercapai,” “tanpa adanya langkah-langkah tambahan yang signifikan untuk mengurangi defisit fiskal, konsolidasi fiskal selama periode perkiraan akan lebih lambat dari yang diperkirakan.”



Source link