Home Sports Bagaimana pendekatan kebapakan Hansi Flick terhadap pemain membuahkan hasil di Barcelona

Bagaimana pendekatan kebapakan Hansi Flick terhadap pemain membuahkan hasil di Barcelona

24
0


Ronald Araujo menjadi pahlawan yang tidak terduga bagi Barcelona saat ia mencetak gol di babak kedua, membantu timnya meraih kemenangan melawan Albacete dan mengamankan tempat di semifinal Copa Del Rey.

Itu adalah peningkatan kepercayaan diri yang sangat dibutuhkan bagi seorang pemain yang berjuang dengan masalah kesehatan mental musim ini.

Setelah kemenangan tersebut, bek asal Uruguay ini langsung berlari ke pinggir lapangan untuk memeluk manajernya, sebuah sikap yang merangkum inti dari masa jabatan pelatih asal Jerman tersebut.

“Dia seperti seorang ayah bagi kami; setiap orang mempunyai kasih sayang yang besar padanya” Araujo mengaku usai pertandingan. “Aku memeluknya karena dia baik padaku.”

Manajemen pihak ayah Hansi Flick

Seperti dilansir oleh Sukan MundoPendekatan kebapakan Flick kepada para pemainnya berkontribusi besar terhadap kesuksesan Barcelona.

Faktanya, gaya kepemimpinannya semakin dipandang sebagai mahakarya pendampingan pribadi. Ia berhasil menguasai situasi sulit, seperti kembalinya Araujo ke kelas elit setelah istirahat karena alasan psikologis.

Araujo menjadi pahlawan Barcelona melawan Albacete. (Foto oleh Angel Martinez/Getty Images)

Pendekatan protektif ini juga meluas ke bintang-bintang termuda klub. Flick menjadi tameng bagi Lamine Yamal, melindungi pemain muda terbaik dunia dari tekanan lingkungan eksternal dan tingginya tuntutan timnas Spanyol.

Dengan mengendalikan aspek pribadi yang dapat memengaruhi kinerja, Flick telah memastikan generasi mudanya tetap membumi, dengan pernyataan terkenalnya, “Ego membunuh kesuksesan.”

Manfaat perlakuan kebapakan ini juga terlihat dari kesetiaan yang ia nikmati.

Sentuhan pribadi Flick membuatnya mengunjungi Gavi di rumah sakit setelah operasi dan menjaga kontak dekat dengan Marc Bernal setelah cedera lutut parah yang dialaminya.

Selain itu, kekuatan persuasinya membuat Fermin Lopez tetap bertahan di klub meski mendapat tawaran menggiurkan dari Chelsea dan meyakinkan Eric Garcia untuk bertahan meski ada minat dari Girona.

Meski kepergian Dro ke PSG jarang menimbulkan kekecewaan, secara keseluruhan Barcelona memiliki suasana kekeluargaan yang dipimpin oleh seorang manajer yang menghargai individu seperti halnya pemain.



Source link