Home Sports Bagaimana Marcus Rashford menjadi masalah taktis bagi Hansi Flick di Barcelona

Bagaimana Marcus Rashford menjadi masalah taktis bagi Hansi Flick di Barcelona

327
0


Pelatih Barcelona Hansi Flick mengakui bahwa timnya masih perlu memperbaiki kekurangan taktis menjelang pertandingan mendatang melawan Celta Vigo.

Dalam konferensi pers pralaga, pelatih asal Jerman itu mengakui bahwa kelemahan tertentu dalam skuad memerlukan perhatian segera, terutama di sayap kiri tempat Alejandro Balde dan Marcus Rashford beroperasi.

Komentar Flick bukan dimaksudkan sebagai kritik terhadap performa para pemain. Faktanya, Rashford menjadi salah satu lawan menyerang paling berbahaya Barcelona musim ini.

Namun permasalahannya terletak pada koordinasi taktis tim secara keseluruhan.

Tekanan Barcelona tidak konsisten dan struktur pertahanan mereka seringkali terputus-putus, menciptakan ruang yang mulai dieksploitasi oleh lawan.

Masalah taktis Barcelona

Sisi kiri saat ini jelas menjadi masalah bagi staf pelatih.

Selama pertandingan melawan Club Brugge, kelemahan pertahanan Barcelona terlihat sejak awal.

Gol pembuka terjadi ketika Alejandro Balde gagal menghentikan Carlos Forbs, memberikan waktu bagi pemain sayap itu untuk melaju melewatinya dan memberikan assist tepat kepada Niccolo Tresoldi.

Kontribusi pertahanan Rashford sangat terbatas. (Foto oleh Stuart Franklin/Getty Images)

Yang menambah masalah adalah terbatasnya kontribusi pertahanan Rashford.

Meskipun pemain Inggris itu memiliki pengaruh yang kuat dalam serangan itu, dia mengabaikan tugas pengejarannya, membuat Balde dan pemain bertahan lainnya rentan terhadap kelebihan beban.

Tim Flick menganalisis fase permainan ini secara detail sebagai persiapan menghadapi pertandingan melawan Celta Vigo.

ketidakhadiran Raphinha

Faktor lain yang mempengaruhi keseimbangan Barcelona adalah terus absennya Raphinha yang sudah absen lebih dari sebulan.

Tingkat kerja pemain Brasil yang tak kenal lelah dan intensitas serangannya sangat penting dalam menjaga performa tim.

Ke-34 golnya musim lalu terlampaui berkat tekanan, energi, dan kemampuannya yang tiada henti untuk menginspirasi orang-orang di sekitarnya.

Tanpa dia, transisi Barcelona menderita dan lini ofensif mereka terlihat kurang kohesif.

Bagi Flick, memulihkan kendali di sayap kiri akan menjadi prioritas utama di laga-laga mendatang, terutama hingga Raphinha kembali.



Source link